Jakarta, MarajaNews—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai bergerak cepat dalam mengantisipasi dampak fenomena El Nino ekstrem atau yang dijuluki ‘El Nino Godzilla’.
Fenomena ini diprediksi akan melanda selama 6 hingga 8 bulan ke depan, memicu kekeringan panjang serta risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menindaklanjuti ancaman tersebut, Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, H. Kamaruddin, melakukan langkah “jemput bola” dengan melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pertanian RI di Jakarta, Senin (20/04/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk mengamankan dukungan strategis dari Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian guna memperkuat infrastruktur air di Kabupaten Sinjai.
“Kami ingin memastikan langkah antisipasi dilakukan sejak dini. Dukungan pusat sangat krusial untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi bantuan pompa air dan penguatan sistem irigasi,” tegas Hj. Ratnawati Arif usai pertemuan di Jakarta.
Langkah proaktif ini merupakan kelanjutan dari hasil Rakornas Antisipasi Musim Kemarau 2026 yang menyoroti potensi kekeringan ekstrem berdasarkan prediksi BMKG.
Dengan potensi lahan pertanian mencapai 23.000 hektare, Pemkab Sinjai menjadikan stabilitas produksi pangan sebagai prioritas utama.
Sedangkan di tingkat daerah, seluruh lini mulai dari penanggulangan bencana hingga sektor pertanian kini dalam status siaga penuh.
PLT Kepala BPBD Sinjai, Andi Ariany Djalil, menegaskan fokus utama saat ini adalah respon cepat terhadap titik api (karhutla) dan penguatan sinergi lintas sektor agar sistem mitigasi jauh lebih responsif.
“Respon cepat adalah kunci. Kami meminta masyarakat segera melapor jika menemukan titik api sekecil apa pun dan mengimbau warga untuk bijak dalam penggunaan air serta tidak melakukan pembakaran lahan secara terbuka,” jelas Andi Ariany.





