Pengendara Nyaris Celaka, Proyek Jalan Sinjai–Bulukumba Disorot Akibat Minim Penerangan dan Dugaan Abaikan K3

Kondisi Terkini Jalan Poros Sinjai-Bulukumba(Dok.Istimewa)

Sinjai, MarajaNews—Proyek perbaikan Jalan Poros Sinjai–Bulukumba di wilayah Desa Saukang, Kabupaten Sinjai, kembali menjadi sorotan.

 

Setelah sebelumnya dikeluhkan karena minimnya rambu-rambu lalu lintas dan debu yang mengganggu warga, kini muncul dugaan pelanggaran standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi proyek.

 

Berdasarkan laporan sejumlah pengguna jalan, beberapa pekerja proyek diduga tidak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja sebagaimana mestinya.

 

Sejumlah pekerja terlihat beraktivitas tanpa helm proyek, sepatu safety, sarung tangan, maupun kacamata pelindung yang merupakan perlengkapan dasar dalam pekerjaan konstruksi.

 

Selain itu, kondisi penerangan di area pekerjaan juga dikeluhkan masyarakat.

 

Minimnya lampu penerangan pada malam hari dinilai sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.

Baca Juga:  Menatap Pembangunan Sekolah Rakyat di Sinjai

 

Salah seorang pengendara, Ikki

mengaku nyaris mengalami kecelakaan saat melintasi lokasi proyek pada malam hari.

 

“Saya hampir kecelakaan karena kurangnya lampu penerangan di area perbaikan jalan. Kondisinya cukup gelap dan sangat berbahaya bagi pengendara,”ungkapnya.

 

Sebelumnya, proyek perbaikan Jalan Poros Sinjai–Bulukumba juga menuai keluhan akibat minimnya rambu-rambu lalu lintas di lokasi pekerjaan serta debu yang ditimbulkan selama proses pengerjaan.

 

Dari pantauan di lapangan, sejumlah ruas jalan masih dalam tahap pengerjaan. Kondisi badan jalan yang telah dikeruk mengharuskan pengendara mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi tikungan maupun titik-titik yang sedang diperbaiki.

 

Amsir (35), salah seorang pengguna jalan, mengatakan pengendara harus ekstra hati-hati karena kurangnya penanda keselamatan di area proyek.

Baca Juga:  Manjakan Lidah, RM Jabar Resto & Cafe Jadi Pilihan Utama Kuliner Prasmanan di Sinjai

 

*”Rambu-rambu lalu lintas di lokasi pekerjaan sangat minim. Pengendara harus lebih waspada saat melintas karena kondisi jalan masih dalam proses perbaikan,”* katanya.

 

Keluhan juga datang dari warga sekitar. Anton (34), warga Desa Saukang, mengungkapkan bahwa debu yang beterbangan akibat aktivitas proyek sering masuk ke rumah-rumah warga, terutama saat cuaca panas dan kendaraan melintas.

 

*”Kalau kendaraan lewat saat cuaca panas, debunya cukup banyak dan masuk ke rumah-rumah warga di sekitar jalan,”* ujarnya.

 

Jalan Poros Sinjai–Bulukumba merupakan salah satu jalur strategis penghubung antarkabupaten di Sulawesi Selatan yang memiliki volume kendaraan cukup tinggi setiap harinya.

Karena itu, masyarakat berharap pihak pelaksana proyek dapat lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja, melengkapi rambu-rambu lalu lintas, menyediakan penerangan yang memadai pada malam hari, serta melakukan langkah pengendalian debu demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan maupun warga sekitar.

Baca Juga:  Perkuat Sinergi Pendidikan, KKG PJOK Mamajang Gelar Audiensi dengan Camat

 

Diketahui, ruas jalan tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai dugaan pelanggaran K3 dan berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat.

Pos terkait