Akses Lumpuh! Jembatan Dusun Mangasa-Aruhu Sinjai Amblas Akibat Cuaca Ekstrem

PLT Kepala BNPB Andi Ariany Tinjau jembatan Ambruk di dusun aruhu Desa lamatti Riaja(Dok.Istimewa)

Sinjai, MarajaNews—Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sinjai sejak Kamis malam hingga Jumat pagi menyebabkan akses transportasi di Desa Lamatti Riaja lumpuh, (08/05/2026).

Jembatan yang menghubungkan Dusun Mangasa dengan Dusun Aruhu amblas, sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Bacaan Lainnya

Merespons laporan warga, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera turun ke lokasi untuk melakukan tinjauan lapangan.

Baca Juga:  Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Sinjai hingga Malam Hari

Plt. Kepala BPBD Sinjai Andi Ariany menyatakan bahwa pihaknya telah menurunkan tim “Jitu Pasna” (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana) untuk menghitung dampak dan kebutuhan perbaikan.

“Kami datang untuk meninjau lokasi dan mengambil data dasar sebagai bahan estimasi biaya. Data ini nantinya akan dikoordinasikan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait,” ujarnya saat ditemui oleh media di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan bahwa peran BPBD berfokus pada fungsi koordinasi dan pendataan, sementara pengerjaan teknis akan diserahkan kepada dinas terkait sesuai prosedur penganggaran yang berlaku.

Untuk sementara, pihak BPBD telah meminta Pemerintah Desa setempat mengambil langkah darurat agar aktivitas ekonomi petani tidak terhenti total.

Mengingat saat ini sedang memasuki musim bajak sawah, jembatan darurat dari kayu mulai dibangun agar kendaraan roda dua dan traktor tetap bisa melintas.

Baca Juga:  Pelayanan Bank BPD Sulselbar Dikeluhkan Warga, Antre ber Jam-Jam Berujung Kekecewaan

“Untuk kendaraan roda empat, kami tegaskan sementara waktu tidak boleh melintas. Saya sudah arahkan Sekretaris Desa untuk memasang rambu peringatan agar pengemudi mobil tidak terjebak di jalur ini,” tambahnya.

Jembatan yang amblas tersebut memiliki dimensi panjang 9 meter dan lebar 7,5 meter.

Pihak BPBD menilai perlunya evaluasi desain pada pembangunan permanen nanti, mengingat struktur talud yang ada saat ini terlalu kecil untuk menampung volume air yang besar saat hujan deras.

“Kami akan segera menyerahkan data ini ke OPD terkait agar perbaikan permanen bisa segera dilaksanakan, harapannya bisa terealisasi tahun ini,” pungkasnya.

Merespons situasi ini Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif menginstruksikan seluruh jajaran dan lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan guna meminimalisir risiko dampak bencana.

Baca Juga:  Bukan Soal Jumlah, Tapi Komitmen: Angkatan X PIK-M UIAD Resmi Dikukuhkan

“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak. Bagi para pengendara, harap ekstra waspada terhadap jalanan licin dan berkurangnya jarak pandang,” tegas Hj. Ratnawati Arif.

Lebih lanjut Beliau juga memberikan perhatian khusus bagi sektor kelautan.

“Para nelayan dan pengguna transportasi laut wajib memantau kondisi perairan sebelum melaut. Jangan memaksakan diri jika kondisi gelombang tidak memungkinkan,” tambahnya

 

Pos terkait