Sinjai, MarajaNews—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Sinjai, dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan data terbaru dari BMKG Wilayah IV Makassar, periode status Waspada ini diperkirakan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 7 hingga 9 Mei 2026.
Plt. Kepala BPBD Sinjai, Andi Ariany, mengungkapkan bahwa masyarakat perlu mengantisipasi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang.
“Kondisi ini membawa risiko nyata terjadinya bencana hidrometeorologi. Kami memetakan potensi banjir, tanah longsor di wilayah perbukitan, pohon tumbang, hingga gelombang tinggi di wilayah pesisir yang dapat membahayakan aktivitas kelautan,” ujar Andi Ariany.
Merespons situasi ini Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif menginstruksikan seluruh jajaran dan lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan guna meminimalisir risiko dampak bencana.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak. Bagi para pengendara, harap ekstra waspada terhadap jalanan licin dan berkurangnya jarak pandang,” tegas Hj. Ratnawati Arif.
Lebih lanjut Beliau juga memberikan perhatian khusus bagi sektor kelautan.
“Para nelayan dan pengguna transportasi laut wajib memantau kondisi perairan sebelum melaut. Jangan memaksakan diri jika kondisi gelombang tidak memungkinkan,” tambahnya.






