Tegas Tolak Kenaikan Harga Pertamax, HMI Sinjai Desak Tinjau Kembali Kebijakan yang Menjepit Rakyat

Ketua Hmi sinjai bidang perguruan tinggi dan kemahasiswaan (PTKP) Hmi cabang sinjai Israndi Musda(Dok.Istimewa)

Sinjai, MarajaNews—Himpunan Mahasiswa Islam Cabang sinjai secara resmi menyatakan sikap menolak keras kebijakan pemerintah terkait penyesuaian tarif Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax. Sinjai, (11/06/26).

 

Bacaan Lainnya

Ketua Hmi sinjai bidang perguruan tinggi dan kemahasiswaan (PTKP) Hmi cabang sinjai Israndi Musda mengatakan bahwa Kebijakan ini dinilai sangat tidak berpihak pada kondisi ekonomi masyarakat, terutama kelompok kelas menengah yang kini kian terjepit oleh rantai inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya.

Baca Juga:  365 Hari MULIAkan Makassar, Ketua KKG PJOK Tallo Apresiasi Kerja Nyata Kepemimpinan Munafri-Aliyah

 

 

“Merespons keresahan kolektif masyarakat di berbagai daerah, HMI menegaskan bahwa kenaikan tarif Pertamax berpotensi memicu efek domino yang buruk terhadap daya beli masyarakat secara makro. Pemerintah dianggap kurang peka dalam mengalkulasi momentum serta dampak sosial dari penyesuaian harga energi ini”,ungkapnya

 

Lebih lanjut israndi musda yang merupakan alumni fakultas hukum itu menyatakan bahwa keputusan menaikkan harga Pertamax menunjukkan kegagalan dalam mengelola ketahanan energi nasional serta ketidakmampuan memitigasi gejolak pasar tanpa harus membebankan beban finansial langsung kepada pundak rakyat.

 

“Kenaikan harga Pertamax ini bukan sekadar urusan penyesuaian harga pasar global, melainkan kebijakan yang langsung memukul kelas pekerja dan kelas menengah yang selama ini mandiri tanpa subsidi. Jika golongan ini goyah, fondasi ekonomi daerah juga ikut terancam. Kami mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera mengintervensi kebijakan ini dan meninjau kembali keputusan tersebut sebelum gelombang penolakan di akar rumput ini semakin meluas,” tegasnya.

Pos terkait