Proyek Strategis Sekolah Rakyat di Sinjai Tuai Kritik: Masjid Islamic Center Jadi Kumuh, Jalanan Membahayakan

(Dok.Istimewa)

Sinjai, MarajaNews—Proyek Pembangunan Strategis Nasional (PSN) “Sekolah Rakyat” yang berlokasi di lingkungan Tanassang, Kabupaten Sinjai, menuai kritik tajam dari masyarakat.

 

Bacaan Lainnya

Proyek senilai Rp245 miliar tersebut dituding abai terhadap keselamatan publik, kebersihan lingkungan, serta tidak menghormati kesucian fasilitas ibadah di kawasan Masjid Islamic Center Sinjai.

 

Berdasarkan pantauan di lokasi, material bangunan dan lumpur dari area proyek meluber hingga ke badan jalan raya.

Baca Juga:  Ramadan Berkah, 1.000 Paket Dibagikan Satuan Brimob Polda Sulsel

 

Kondisi ini menyebabkan akses publik menjadi licin dan dipenuhi kerikil tajam yang membahayakan pengguna jalan.

 

Amsir, salah seorang pengendara motor, mengaku nyaris celaka saat melintas di kawasan tersebut.

 

“Jalan sangat licin karena lumpur dan banyak batu lepas. Tadi saya hampir terjatuh. Ini sangat berbahaya jika tidak segera dibersihkan,” ungkapnya dengan nada kesal.

 

Tak hanya persoalan infrastruktur jalan, kondisi Masjid Islamic Center Sinjai kini sangat memprihatinkan.

 

Area toilet dan ruang utama masjid dilaporkan beralih fungsi menjadi area domestik bagi ratusan pekerja proyek.

 

Pemandangan semakin kumuh dengan banyaknya pakaian pekerja yang digantung sembarangan.

 

Bahkan, lantai satu masjid sempat dijadikan tempat menginap, lengkap dengan tali jemuran yang membentang di antara tiang-tiang masjid.

Baca Juga:  Resmi Dilantik, KONI Sinjai Periode 2025-2029 Pasang Target 3 Besar di Porprov Sulsel 2026

 

Puntung rokok serta bekas sisa kopi juga ditemukan bertebaran di area yang seharusnya terjaga kesuciannya.

 

“Sangat disayangkan, tempat suci ini justru kotor. Toilet penuh lumpur dan baju-baju tergantung di mana-mana. Ini area ibadah, bukan barak pengungsian. Pihak pekerja seolah tidak memiliki adab terhadap rumah Allah,” ujar DN, salah satu jamaah yang merasa kecewa.

 

Proyek Sekolah Rakyat ini merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto yang dikerjakan oleh KSO PT Nindya Karya dan PT Bumi Perkasa Sidenreng.

 

Meski menyerap anggaran fantastis, manajemen kebersihan dan penyediaan fasilitas bagi pekerja dinilai sangat buruk.

 

Proyek ini diketahui melibatkan sekitar 715 pekerja, dengan rincian 500 pekerja didatangkan dari Pulau Jawa dan sisanya merupakan tenaga lokal.

Baca Juga:  Coming Soon Open Turnamen Domino AFG Cup Sinjai Siapkan Hadiah Fantastis Ratusan Juta Rupiah

 

Besarnya jumlah pekerja ini diduga tidak dibarengi dengan penyediaan mess atau akomodasi yang memadai oleh pihak kontraktor, sehingga fasilitas masjid menjadi sasaran.

 

“Islamic Center adalah ikon kebanggaan kota Sinjai. Kontraktor seharusnya menyediakan fasilitas tinggal yang layak bagi pekerjanya, jangan justru merambah dan merusak estetika serta fungsi fasilitas ibadah,” tegas AR, seorang warga setempat.

Pos terkait