Sinjai, MarajaNews—Duka mendalam menyelimuti keluarga Setiawan (33), warga Desa Kompang, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Pria yang menjadi tulang punggung keluarganya itu meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 23.05 Wita.
Kepergian Setiawan meninggalkan luka mendalam, bukan hanya bagi istri yang ditinggalkan, tetapi juga bagi keluarga besarnya.
Ia merupakan anak kedua dari lima bersaudara yang selama ini menjadi harapan keluarga setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.
Kepala Desa Kompang, Ansar, mengungkapkan bahwa Setiawan dikenal sebagai sosok pekerja keras dan bertanggung jawab terhadap keluarganya.
“Beliau adalah tulang punggung keluarga. Selama ini ikut membiayai kebutuhan adik-adiknya setelah kedua orang tuanya meninggal dunia,” ujar Ansar, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, ibu Setiawan meninggal dunia pada 2011, sementara sang ayah wafat pada Januari 2026.
Sejak itu, Setiawan semakin memikul tanggung jawab besar sebagai penopang ekonomi keluarga.
Di mata masyarakat Desa Kompang, Setiawan dikenal sebagai pribadi yang sabar, rendah hati, dan tidak pernah memiliki catatan melakukan tindak pidana, termasuk pencurian.
“Setiawan itu orangnya sabar. Sepanjang yang kami tahu, tidak pernah ada riwayatnya mencuri,” kata Ansar.
Ia juga dikenal rajin beribadah dan kerap melaksanakan salat berjamaah di masjid.
“Dia juga sering ke masjid untuk salat berjamaah. Bukan kami membela, tetapi sejak kecil memang tidak ada riwayatnya mencuri,” tambahnya.
Jenazah Setiawan telah dimakamkan di kampung halamannya, Desa Kompang, Kecamatan Sinjai Tengah. Ia dimakamkan berdampingan dengan makam ayahnya yang baru meninggal beberapa bulan lalu.







