Sinjai MarajaNews—Kondisi fasilitas publik di kawasan Masjid Islamic Center Kabupaten Sinjai terpantau sangat memprihatinkan pada Selasa (05/05/2026).
Setelah sebelumnya disorot karena sampah, kini area toilet dan ruang utama masjid dilaporkan beralih fungsi menjadi area domestik pekerja proyek yang tidak teratur.
Berdasarkan pantauan di lokasi, area toilet masjid tampak jorok dengan lantai yang dipenuhi lumpur.
Tidak hanya kotor, pemandangan di dalam toilet juga diperparah dengan adanya pakaian milik pekerja proyek “Sekolah Rakyat” yang digantung sembarangan, menciptakan kesan kumuh di lingkungan rumah ibadah.
Kondisi ini menambah daftar panjang keluhan jamaah. Sebelumnya, area batas suci masjid juga ditemukan berserakan sampah puntung rokok dan gelas plastik bekas kopi.
Keberadaan sampah dan ketidakteraturan ini diduga kuat berasal dari oknum pekerja proyek Sekolah Rakyat yang beraktivitas di sekitar lokasi.
“Sangat disayangkan, tempat suci ini justru kotor. Toilet penuh lumpur dan baju-baju tergantung di mana-mana. Ini area ibadah, bukan barak pengungsian. Pihak pekerja seolah tidak memiliki adab terhadap kebersihan rumah Allah,” ungkap DN, salah satu jamaah dengan nada kecewa.
Sorotan Terhadap Pengawasan Proyek sekolah rakyat Senilai Rp245 Miliar di Lingkungan Tanassang merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya KSO – PT Bumi Perkasa Sidenreng dengan nilai kontrak fantastis mencapai Rp245 miliar.
Proyek besar ini melibatkan sekitar 715 pekerja, di mana 500 orang didatangkan dari Pulau Jawa dan sisanya merupakan tenaga kerja lokal.
Namun, besarnya nilai proyek ini dinilai tidak sebanding dengan manajemen kebersihan dan edukasi terhadap para pekerjanya.
Bukan Pelanggaran Pertama Kekecewaan publik kian memuncak karena insiden serupa terus berulang.
Sebelumnya, puluhan pekerja diketahui menjadikan lantai satu masjid sebagai tempat menginap, lengkap dengan tali jemuran yang membentang di tiang-tiang masjid.
“Islamic Center adalah ikon kota Sinjai. Masa baju dijemur di dalam masjid dan toilet dibiarkan berlumpur? Kontraktor harusnya menyediakan fasilitas tinggal yang layak bagi pekerja mereka, jangan justru merambah dan merusak fasilitas ibadah,” tegas AR, warga setempat.






