Sinjai, MarajaNews—Proses perbaikan Jalan Poros Sinjai–Bulukumba yang berada di wilayah Desa Saukang, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menuai keluhan dari pengguna jalan dan warga sekitar.
Keluhan tersebut muncul akibat minimnya rambu-rambu lalu lintas di lokasi pekerjaan serta debu yang ditimbulkan selama proyek berlangsung, Rabu (10/6/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah ruas jalan saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
Kondisi badan jalan yang telah dikeruk membuat pengendara harus mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi tikungan maupun titik-titik yang sedang dikerjakan.
Salah seorang pengguna jalan Amsir (35), mengaku harus lebih berhati-hati saat melintasi jalur tersebut karena kurangnya penanda keselamatan di area proyek.
“Rambu-rambu lalu lintas di lokasi pekerjaan sangat minim, Pengendara harus lebih waspada saat melintas karena kondisi jalan masih dalam proses perbaikan,” ujarnya.
Selain persoalan keselamatan lalu lintas, debu yang beterbangan akibat aktivitas proyek juga menjadi keluhan warga yang bermukim di sepanjang ruas jalan tersebut.
Anton (34), warga Desa Saukang, mengatakan debu sering masuk ke rumah warga ketika kendaraan melintas, terutama saat cuaca panas dan kering.
“Kalau kendaraan lewat saat cuaca panas, debunya cukup banyak dan masuk ke rumah-rumah warga di sekitar jalan,” katanya.
Jalan Poros Sinjai–Bulukumba merupakan salah satu jalur penghubung antarkabupaten yang memiliki volume kendaraan cukup tinggi setiap harinya.
Karena itu, warga berharap pihak pelaksana proyek dapat meningkatkan aspek keselamatan kerja dengan memasang rambu-rambu yang memadai serta melakukan upaya pengendalian debu agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Diketahui, ruas jalan tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai keluhan yang disampaikan warga dan pengguna jalan.






