Derasnya Arus Sungai Baringeng Hanyutkan Kapal Nelayan, Warga Diminta Waspada

Tangkapan layar dari video yang dikirimkan Kades Panaikang, terkait informasi hanyutnya beberapa kapal nelayan (Dok.Istimewa)

SINJAI, MarajaNews — Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Sinjai sejak dini hari Kamis (4/6/2026) mulai berdampak pada aktivitas nelayan di pesisir Sinjai Timur. Sejumlah kapal penongkol milik nelayan di Desa Panaikang dan Desa Tongke-Tongke dilaporkan hanyut akibat derasnya arus Sungai Baringeng.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Desa Panaikang, Bahtiar, melalui grup WhatsApp Info Bencana Sinjai setelah debit sungai meningkat drastis akibat hujan yang mengguyur wilayah hulu dan hilir sungai.

Bacaan Lainnya

“Ipar saya juga sementara ke sungai mengecek karena bosnya telepon ada beberapa kapal yang hanyut,” ungkap Nining, salah seorang warga.

Baca Juga:  Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah Warga di Jalan Agus Salim Sinjai Ludes Terbakar

Selain menghanyutkan kapal nelayan, luapan Sungai Baringeng juga merendam permukiman warga dan badan jalan di Dusun Maccini, Desa Panaikang. Tingginya debit air bahkan menyebabkan akses jalan menuju Desa Pattallassang dari arah Desa Panaikang ditutup sementara oleh aparat kepolisian demi keselamatan pengguna jalan.

Peristiwa ini menunjukkan besarnya dampak cuaca ekstrem terhadap masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan. Selain berpotensi mengganggu aktivitas melaut, kejadian tersebut juga dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi pemilik kapal yang terdampak.

Tim Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD Sinjai, A. Octav Amir, mengungkapkan bahwa meskipun banjir di wilayah perkotaan Sinjai Utara pada subuh tadi tidak separah kejadian sebelumnya, kondisi sejumlah daerah aliran sungai saat ini justru perlu mendapat perhatian serius.

Baca Juga:  Kadisdik Sinjai Resmikan Cita Islamic School: Fokus pada Iman, Karakter, dan Masa Depan

“Untuk luapan air di beberapa DAS saat ini justru lebih tinggi dan patut diwaspadai,” ujarnya.

Menanggapi kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu bencana, Bupati Sinjai mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di kawasan rawan banjir, longsor, maupun di sekitar bantaran sungai.

Hingga berita ini diturunkan, jumlah pasti kapal yang terdampak masih dalam proses pendataan oleh pemerintah desa dan pihak terkait. Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, dan pemerintah desa terus melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah lokasi terdampak bencana di Kabupaten Sinjai.

Pos terkait