Sinjai, MarajaNews—Nasib malang menimpa Muhammad Adam Bin Irwan (8), seorang pelajar asal Dusun Topangka, Desa Bulukamase, Kecamatan Sinjai Selatan.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tenggelam di kubangan bekas galian tambang C pada Kamis (7/5/2026) malam.
Peristiwa memilukan tersebut dikonfirmasi oleh Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Agus Santoso.
Ia menjelaskan bahwa insiden bermula saat korban bersama rekan-rekannya bermain lumpur di area persawahan pada sore hari.
“Setelah bermain lumpur, korban mengajak teman-temannya menuju lokasi bekas galian tambang C yang terisi air akibat hujan deras selama dua hari terakhir. Kedalaman air diperkirakan mencapai satu meter,” ujar Iptu Agus kepada MarajaNews.
Berdasarkan keterangan saksi, korban awalnya hanya bermain di pinggir genangan.
Namun, saat mencoba bergerak ke bagian tengah, korban diduga tidak dapat menguasai medan hingga tenggelam.
Rekan korban yang menyaksikan kejadian tersebut tidak langsung melaporkannya kepada orang tua maupun warga sekitar karena diduga merasa takut.
Kecemasan mulai muncul saat orang tua korban menyadari putra mereka belum kembali hingga menjelang malam.
Sekitar pukul 18.10 WITA, warga mulai melakukan pencarian.
Informasi mengenai keberadaan korban baru terungkap setelah salah satu saksi, Anwar Dika, yang berada di lokasi saat kejadian, memberikan petunjuk.
Proses evakuasi dilakukan oleh seorang warga setempat bernama Dahlan (59).
Saat menyisir genangan air, kaki saksi menyentuh tubuh korban di dasar kubangan.
Korban kemudian segera diangkat ke permukaan dan dibawa ke rumah duka.
“Keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menandatangani surat penolakan autopsi yang disaksikan oleh Pemerintah Desa Bulukamase,” tambahnya.
Merespons kejadian ini, Kapolres Sinjai AKBP Jamal Fathur Rakhman menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan memberikan peringatan keras kepada masyarakat.
Ia meminta orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di area yang berisiko.
“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya. Lokasi bekas galian maupun genangan air yang dalam sangat membahayakan keselamatan. Peran pengawasan keluarga sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tegas AKBP Jamal.






