Cuaca Ekstrem Menggila! Sinjai Dihantam 80 Bencana, Wilayah Ini Paling Parah

Sejumlah fasilitas Publik Rusak Akibat Cuaca Extrem(Dok.Istimewa)

Sinjai MarajaNews—Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sinjai mencatat sebanyak 80 kejadian bencana melanda wilayah Kabupaten Sinjai sepanjang periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026.

 

Data tersebut menunjukkan bahwa cuaca ekstrem masih menjadi ancaman utama yang memicu berbagai bencana di hampir seluruh kecamatan.

 

Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octave, mengungkapkan bahwa dari total 80 kejadian, bencana akibat cuaca ekstrem mendominasi dengan 49 kejadian atau sekitar 61,25 persen.

 

Selanjutnya disusul tanah longsor sebanyak 22 kejadian (27,50 persen), banjir 7 kejadian (8,75 persen), abrasi 1 kejadian (1,25 persen), serta pergerakan tanah 1 kejadian (1,25 persen).

 

“Selama periode Januari hingga Juni 2026 tidak terdapat laporan kejadian banjir rob maupun gelombang ekstrem di Kabupaten Sinjai. Namun, cuaca ekstrem masih menjadi penyebab utama berbagai bencana yang terjadi,” ujar Andi Octave.

Baca Juga:  PC IMM Sinjai Gelar Dialog Publik Outlook Ekonomi 2026 di Tengah Efisiensi Anggaran

 

Dari sisi sebaran wilayah, Kecamatan Sinjai Utara menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 25 kejadian.

 

disusul Sinjai Timur 24 kejadian, Sinjai Selatan 10 kejadian, Tellulimpoe 7 kejadian, Bulupoddo dan Sinjai Borong masing-masing 4 kejadian, serta Pulau Sembilan, Sinjai Tengah, dan Sinjai Barat masing-masing 2 kejadian.

 

Bencana yang terjadi tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menimbulkan kerusakan terhadap permukiman warga.

 

BPBD mencatat sebanyak 22 rumah mengalami rusak ringan, 19 rumah rusak sedang, dan 13 rumah rusak berat.

 

Selain itu, 93 rumah terdampak, serta sekitar 61 hektare lahan sawah dan kebun mengalami kerusakan.

 

Kerusakan juga melanda sejumlah fasilitas umum, di antaranya 6 bangunan perkantoran, 4 fasilitas umum, 1 sekolah, 3 jembatan, serta merusak 1 sepeda motor, 2 mobil, 2 perahu, dan menyebabkan 2 ekor ternak terdampak.

Baca Juga:  Rumah Warga di Larelarea Sinjai Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp100 Juta

 

Dari sisi korban, sebanyak 318 jiwa terdampak, 3 orang mengalami luka-luka, 10 orang mengungsi, dan 1 orang meninggal dunia akibat bencana selama semester pertama tahun 2026.

 

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

 

“Data ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat upaya mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan bencana. Kami mengajak masyarakat agar selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD, serta segera melaporkan apabila terdapat potensi bencana di wilayahnya sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Ratnawati.

 

Baca Juga:  Hadiri Rakerprov IMI Sulsel, Andi Jusman Optimis Otomotif Sinjai Raih Prestasi Gemilang

Sementara itu, BPBD Sinjai memastikan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, serta instansi terkait dalam meningkatkan sistem peringatan dini dan mempercepat respons penanganan di lokasi terdampak.

 

Dengan tingginya frekuensi bencana yang didominasi cuaca ekstrem, masyara kokat, khususnya yang bermukim di kawasan rawan longsor, bantaran sungai, maupun wilayah pesisir, diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

 

Upaya mitigasi sejak dini dinilai menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian material di Kabupaten Sinjai.

Pos terkait