Ratusan Peserta Ikuti Simulasi Kegawatdaruratan Bahari di Pantai Mallenreng, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Pesisir

penyampaian materi kegawatdaruratan bahari, serta penyamaan persepsi mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) antarinstansi.(Dok.Istimewa)

Sinjai, MarajaNews—Sebanyak 300 peserta dari berbagai unsur mengikuti Simulasi Kegawatdaruratan Bahari Berbasis Masyarakat yang digelar di Pantai Mallenreng, Desa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur, Sabtu–Minggu (27–28 Juni 2026).

 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Sinjai ini melibatkan perawat, unsur pemerintah, TNI-Polri, Basarnas, relawan, serta masyarakat pesisir sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan.

 

Ketua Panitia, Kamaruddin, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangun sistem penanganan kegawatdaruratan bahari yang melibatkan masyarakat sebagai garda terdepan dalam penanganan awal bencana.

 

> “Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun sistem penanganan kegawatdaruratan bahari yang berbasis masyarakat. Simulasi ini bertujuan meningkatkan kapasitas perawat, khususnya perwakilan DPK PPNI Puskesmas se-Kabupaten Sinjai, sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat pesisir dalam melakukan penyelamatan diri dan memberikan pertolongan pertama saat terjadi kondisi darurat di laut,” ujarnya.

Baca Juga:  Polisi Lidik Kasus Penggelapan Uang BRI di Sinjai Selatan

 

Sementara itu, Ketua DPD PPNI Kabupaten Sinjai, Andi Ariany Djalil, S.Kep., Ns., MM, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat sinergi lintas sektor dalam manajemen penanggulangan bencana.

 

“Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sehingga seluruh unsur yang terlibat memiliki kesiapan dan kemampuan yang sama dalam menghadapi potensi kegawatdaruratan bahari,” katanya.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan simulasi mendapat dukungan penuh dari Ketua DPW PPNI Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Rakhmat, S.Kep., Ns., M.Kes., bersama jajaran pengurus DPW PPNI Sulawesi Selatan.

 

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara tenaga kesehatan, pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat dalam mewujudkan sistem penanggulangan bencana bahari yang cepat, tepat, dan berbasis masyarakat di Kabupaten Sinjai.

Baca Juga:  Kecelakaan Maut di Sinjai Timur, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Pohon

 

Adapun unsur yang terlibat, BPBD,BAPENA DPD PPNI Kab. Sinjai, KODIM 1424 Sinjai, Polres Sinjai, Pemerintah Desa Panaikang, Masyarakat

Pos terkait