Sinjai, MarajaNews—Komitmen Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam mengembangkan sektor perikanan kembali mendapat perhatian pemerintah pusat.
Tim Humas Sekretariat Kabinet (Setkab) Republik Indonesia melakukan kunjungan ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Minggu (5/7/2026),
Kedatangan Setkab RI untuk mendokumentasikan operasional kawasan sekaligus meninjau pelaksanaan berbagai program pemberdayaan masyarakat pesisir.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan keberhasilan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih yang dinilai mampu mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan melalui berbagai program strategis.
Selama kunjungan, rombongan mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan, di antaranya Bimbingan Teknis (Bimtek) Perbengkelan bagi nelayan, Bimtek Kewirausahaan, Sosialisasi Literasi Keuangan oleh OJK, hingga dokumentasi pemanfaatan teknologi Fish Finder dan GPS yang kini telah digunakan nelayan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus keselamatan saat melaut.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan seremoni pelepasan pengiriman ikan tuna menggunakan kontainer menuju Jakarta melalui jalur Makassar–Jakarta.
Pengiriman tersebut merupakan ekspor domestik keempat yang dilakukan Kampung Nelayan Merah Putih Tongke-Tongke dan menjadi indikator meningkatnya daya saing produk perikanan Kabupaten Sinjai.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sinjai diwakili Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai, Ir. H. Burhanuddin.
Burhanuddin mengatakan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
“Sinergi yang ditunjukkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus memacu produktivitas Kampung Nelayan Merah Putih Desa Tongke-Tongke agar menjadi role model kampung nelayan yang maju, mandiri, dan sejahtera di Indonesia,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Tim Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), jajaran KKP dan Staf Direktorat Jenderal Pemberdayaan Kenelayanan, Staf Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP) KKP, perwakilan Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang, BP2MHKP Makassar, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia, perwakilan Asosiasi Perikanan Pole and Line dan Handline Indonesia (AP2HI), pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Kepala Desa Tongke-Tongke, serta Ketua Koperasi Merah Putih Tongke-Tongke.






