Area Suci Masjid Islamic Center Sinjai ‘Dipenuhi’ Puntung Rokok dan Gelas Kopi, Diduga Ulah Oknum Pekerja Proyek

Sampah gelas Bekas Minuman Hingga Puntung Rokok Berserakan diarea Batas Suci Mesjid Islamic center Sinjai(Dok.Istimewa)

Sinjai, MarajaNews—Kondisi memprihatinkan terlihat di kawasan Masjid Islamic Center Kabupaten Sinjai, Senin(04/05/2026).

Pantauan MarajaNews, tampak area batas suci ditemukan sampah berupa puntung rokok hingga gelas plastik bekas kopi.

Bacaan Lainnya

Keberadaan sampah tersebut diduga kuat berasal dari oknum pekerja proyek Sekolah Rakyat yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Temuan ini memicu gelombang protes dan sorotan tajam dari masyarakat serta jamaah.

Masjid yang menjadi simbol religi umat Islam di Sinjai dinilai telah dikotori oleh oknum yang kurang memiliki kepekaan terhadap adab dan kebersihan lingkungan rumah ibadah.

Baca Juga:  Dialog Pemuda “Generasi Berkarya, Desa Berdaya”, Karang Taruna Mattunreng Tellue Ajak Pemuda Ambil Peran

“Sangat disayangkan, tempat suci ini justru dipenuhi sampah, Apalagi ini area batas suci tempat jamaah melepas alas kaki untuk menghadap Sang Pencipta. Puntung rokok dan bekas minuman berserakan begitu saja tanpa ada upaya pembersihan dari pihak pekerja,” ungkap DN salah satu jamaah yang kecewa saat hendak melaksanakan salat.

Sorotan Terhadap Pengawasan Proyek Sekolah Rakyat di Lingkungan Tanassang ini merupakan program Presiden Prabowo Subianto yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya KSO – PT Bumi Perkasa Sidenreng dengan nilai kontrak mencapai Rp245 miliar.

Berdasarkan data dari pihak pengelola, proyek ini melibatkan sekitar 715 pekerja, di mana mayoritas (500 orang) didatangkan dari Pulau Jawa dan sisanya merupakan tenaga kerja lokal Sulawesi Selatan.

Baca Juga:  Warga Minta Kontraktor Sekolah Rakyat di Sinjai Sediakan Mes Pekerja Ini Masjid Bukan Kos

Kekecewaan publik memuncak karena pihak pengelola proyek dianggap abai dalam memberikan edukasi dan pengawasan ketat kepada para pekerja terkait aturan menjaga kebersihan di lingkungan masjid.

Bukan Pelanggaran Pertama Sebelumnya, aktivitas pekerja proyek di Masjid Islamic Center juga sempat menuai kontroversi.

Puluhan pekerja diketahui menjadikan lantai satu masjid sebagai tempat menginap, lengkap dengan menjemur pakaian di tiang-tiang masjid menggunakan tali jemuran.

Hal ini dinilai merusak estetika dan mengganggu kenyamanan warga setempat.

“Islamic Center adalah ikon kota, tempatnya harus tertata rapi. Masa baju pun dijemur di dalam masjid,” ujar AM, salah seorang warga setempat.

Senada dengan itu AR warga lainnya, mendesak agar kontraktor menyediakan fasilitas tempat tinggal yang layak bagi pekerja agar tidak merambah fasilitas ibadah.

Baca Juga:  Perkuat Konsolidasi, Pengurus FAI Sinjai Periode 2026–2030 Matangkan Persiapan Porprov XVIII

Pos terkait