Hadiri Mattompang Pusaka, Bupati Sinjai Ajak Warga Jaga Warisan Leluhur

Bupati Sinjai Hadiri Ritual Sakral Mattompang Pusaka di Benteng Balangnipa(Dok.Humas)

Sinjai, MarajaNews—Bupati Sinjai Dra. Hj. Ratnawati Arif menegaskan bahwa salah satu warisan adat yang penting untuk dijaga adalah tradisi “Mattompang” Pusaka, sebuah ritual sakral yang sarat makna filosofis.

Bukan sekadar membersihkan benda pusaka secara fisik, Bupati mengatakan hal itu simbol dalam menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu, seperti kehormatan, keberanian, persatuan, dan tanggung jawab.

Hal tersebut diutarakan orang nomor satu di Sinjai ini saat menghadiri langsung prosesi Mattompang Pusaka yang dipusatkan di situs bersejarah Benteng Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, Sabtu (6/6/2026) Siang.

Kegiatan itu diinisiasi melalui tradisi Tudang Sipulung oleh Komunitas dan Pemerhati Pusaka Adat dan Budaya Karpet Kuning Wilayah X Topekkong Sinjai.

Baca Juga:  Debut Gemilang! Baru Berdiri, SMA IT Darul Ma’arif Sinjai Langsung Borong 4 Medali di Kejurnas Pencak Silat 2025

“Saya selaku Bupati Sinjai menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi – tingginya kepada Lembaga Pemerhati Pusaka Adat dan Budaya Karpet Kuning Sinjai. Tentu harapannya momentum ini bukan sekadar acara seremonial saja, melainkan bentuk nyata kecintaan kita terhadap akar budaya bangsa khususnya di Kabupaten Sinjai,” ungkapnya.

Karena itu, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung upaya – upaya pelestarian adat dan budaya, karena di dalamnya tersimpan pelajaran berharga tentang kehidupan, gotong royong, dan penghormatan terhadap masa lalu untuk membangun masa depan yang lebih baik.

“Dalam kesempatan ini, saya menitipkan beberapa harapan penting, yang pertama jaga semangat kebersamaan dan gotong royong, saya juga minta kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai ritual tahunan, tetapi bagaimana bisa menjadi daya tarik wisata budaya,” harapnya.

Baca Juga:  Satgas MBG Sinjai Tindaklanjuti Keluhan Menu Ayam Berbau, Pastikan Program Gizi Sesuai Standar  

Sementara itu Wakil Ketua Komunitas Karpet Kuning, Amiruddin Mappinessa menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Ia juga menegaskan komitmen komunitasnya untuk terus bergerak dalam pelestarian adat. Kedepan, pihaknya berencana untuk mengadakan kegiatan kebudayaan dengan skala yang jauh lebih besar.

“Terima kasih atas dukungan Pemerintah Daerah. InsyaAllah bulan delapan kita akan punya agenda yang lebih besar melibatkan beberapa daerah di Sulsel,” terangnya.

Kegiatan ini berlangsung khidmat, saat Ketua DPRD Sinjai Andi Jusman melakukan ritual pencucian bilah pusaka.

Turut hadir dalam kegiatan ini Asisten Administrasi Umum Setdakab Sinjai Andi Ariany Djalil, Perwakilan Disparbud serta sejumlah pemerhati budaya yang datang dari kabupaten tetangga.

Baca Juga:  Menelusuri Jejak Masjid Al-Mujahidin Aruhu, Warisan Bersejarah Arung Lamatti ke-VIII

Dengan suksesnya gelaran Mattompang Pusaka ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, komunitas adat, dan masyarakat dapat terus terjaga demi kelangsungan warisan budaya di Kabupaten Sinjai.

Pos terkait