Sinjai, MarajaNews—Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Sinjai mengakibatkan kerusakan di sejumlah titik.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga merusak fasilitas umum dan infrastruktur, termasuk rumah dinas Pengadilan Negeri Sinjai serta ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup parah.
Pantauan di lokasi menunjukkan halaman hingga bagian rumah dinas Pengadilan Negeri dipenuhi material lumpur dan bebatuan yang terbawa arus banjir.
Sementara itu, di sejumlah ruas jalan, lapisan aspal terkelupas akibat derasnya aliran air sehingga membahayakan pengendara yang melintas.
Kerusakan tersebut menjadi bukti besarnya dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Sinjai dalam beberapa hari terakhir.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan darurat, baik melalui pembersihan material banjir maupun perbaikan infrastruktur yang rusak agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Salah seorang warga di sekitar lokasi mengaku khawatir dengan kondisi jalan yang rusak karena dapat memicu kecelakaan, terutama saat malam hari atau ketika hujan kembali turun.
Sementara itu, Analis Kebencanaan BPBD Kabupaten Sinjai, Andi Octave, mengatakan bahwa hujan deras menyebabkan banjir di sejumlah wilayah serta berdampak pada rumah warga, fasilitas pemerintah, hingga akses jalan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat memicu banjir maupun tanah longsor. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca dan segera melapor apabila terjadi kondisi darurat,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sinjai terus melakukan pendataan terhadap seluruh kerusakan akibat banjir.
Penanganan darurat difokuskan pada pembersihan material, normalisasi saluran air, serta inventarisasi kerusakan infrastruktur untuk segera ditindaklanjuti.
Masyarakat juga diimbau untuk menghindari area yang tergenang maupun ruas jalan yang mengalami kerusakan hingga proses perbaikan dilakukan.
Dengan curah hujan yang masih berpotensi tinggi, warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.






