Makassar, MarajaNews—Dugaan aksi premanisme terjadi di sekitar pintu masuk Pelabuhan Soekarno-Hatta, Kota Makassar.
Seorang warga berinisial DN mengaku bersama keluarganya menjadi korban pungutan oleh seorang pria tak dikenal saat hendak dijemput menggunakan kendaraan pribadi.
Peristiwa tersebut terjadi ketika DN bersama keluarganya baru tiba di Makassar setelah melakukan perjalanan dari Surabaya.
Awalnya, DN dan keluarganya berada di dalam area pelabuhan.
Karena merasa haus dan ingin membeli minuman, mereka kemudian keluar dari kawasan pelabuhan untuk berbelanja di sebuah minimarket yang berada di sekitar pintu masuk pelabuhan.
Setelah selesai berbelanja, DN bersama keluarganya memilih menunggu kendaraan penjemput di depan minimarket tersebut. Lokasinya disebut berada tepat di sekitar jalan masuk Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.
Tidak lama kemudian, mobil penjemput tiba dan menepi untuk menjemput DN bersama keluarganya.
Saat sopir sedang memasukkan barang-barang ke dalam kendaraan, seorang pria yang tidak dikenal datang menghampiri.
Menurut keterangan DN, pria tersebut diduga berpura-pura mengarahkan sopir untuk menepi.
Setelah itu, pria tersebut menghitung jumlah penumpang yang berada di dalam mobil dan diduga meminta uang sebesar Rp20 ribu untuk setiap orang.
DN kemudian mempertanyakan maksud permintaan uang tersebut.
“Uang ini untuk apa? Ini mobil pribadi kami,” ungkap DN saat menceritakan kembali kejadian tersebut.
Namun, menurut DN, pria tersebut justru membentak dan tetap meminta sejumlah uang. Pria itu bahkan disebut sempat mengatakan bahwa dirinya merupakan mantan sopir.
DN mengaku sempat memberikan uang sebesar Rp20 ribu. Namun, uang tersebut disebut tidak diterima oleh pria tersebut karena nominalnya tidak sesuai dengan jumlah yang diminta.
Lebih lanjut, DN mengaku kendaraan penjemputnya tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan sebelum memberikan uang sesuai dengan permintaan oknum tersebut.
Karena tidak ingin terlibat perdebatan panjang dan khawatir menimbulkan kemacetan di lokasi, DN akhirnya menyerahkan uang sebesar Rp100 ribu.
Setelah uang tersebut diberikan, kendaraan penjemput DN dan keluarganya akhirnya diperbolehkan melanjutkan perjalanan.
Atas kejadian tersebut, DN berharap Aparat Penegak Hukum dapat memberikan perhatian serius dan menindaklanjuti dugaan aksi premanisme yang terjadi di sekitar kawasan Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.
DN menilai, tindakan seperti ini perlu ditindak agar tidak ada masyarakat lain yang mengalami kejadian serupa.
“Kami meminta dan mendesak APH untuk menindaklanjuti aksi-aksi premanisme seperti ini agar tidak ada lagi korban selanjutnya,” ujar DN.
DN juga berharap aparat tidak menutup mata terhadap kejadian tersebut dan dapat melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi serta mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak terkait mengenai dugaan peristiwa tersebut.






