Sinjai, MarajaNews—Di tengah peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, persoalan akses air bersih masih menjadi keluhan sejumlah warga di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Keluhan terbaru datang dari salah seorang warga Kecamatan Sinjai Utara berinisial DA, yang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air dari Perumda Air Minum Tirta Sinjai Bersatu.
Menurutnya, distribusi air ke rumah warga tidak menentu.
Air disebut terkadang mengalir sangat deras, namun pada waktu lain hanya mengalir kecil.
Bahkan, dalam kondisi tertentu, air tidak mengalir hingga berhari-hari.
“Kadang air mengalir sangat deras, kadang lambat, bahkan terkadang berhari-hari tidak mengalir,” keluh DA.
Kondisi tersebut, kata dia, sangat mengganggu kebutuhan rumah tangga.
Pasalnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas sehari-hari.
Ironisnya, DA mengaku sempat diarahkan oleh salah seorang karyawan PDAM Sinjai untuk memasang mesin air dengan tujuan membantu memperlancar aliran air ke rumahnya.
“Saya diarahkan oleh karyawan PDAM untuk memasang mesin air agar penyaluran air bisa mengalir dengan baik,” ungkapnya.
Keluhan DA menambah daftar persoalan distribusi air bersih yang sebelumnya juga disampaikan warga di wilayah Sinjai Utara, termasuk Kelurahan Lappa.
Sebelumnya, warga berinisial FA juga mengeluhkan kondisi serupa.
Ia mengaku selama sepekan aliran air di rumahnya tidak stabil.
Air terkadang mengalir deras, kemudian berubah menjadi sangat kecil, bahkan sempat tidak mengalir sepanjang hari.
“Sudah sepekan air di rumah kadang mengalir deras, kadang sangat sedikit. Bahkan kemarin seharian air tidak mengalir. Baru malam hari mengalir kembali, kemudian mulai subuh tadi air kembali tidak mengalir hingga saat ini,” keluh FA.
Keluhan tersebut sebelumnya juga mendapat tanggapan dari Direktur Perumda Air Minum Tirta Sinjai Bersatu, Nasrullah Mustamin.
Nasrullah meminta pelanggan yang mengalami gangguan menyampaikan identitas dan lokasi secara detail agar dapat ditindaklanjuti oleh tim teknis.
Ia sebelumnya menyebut kondisi distribusi air di wilayah kota dan Lappa dalam keadaan baik.
Jika masih terdapat pelanggan yang mengalami gangguan, menurutnya, persoalan dapat terjadi pada jaringan pipa menuju rumah pelanggan.
Nasrullah juga menjelaskan bahwa sebelumnya sempat terjadi gangguan pada jaringan utama akibat kerusakan pipa air baku Balangtieng.
Menurutnya, kerusakan tersebut terjadi pada 13 Agustus 2026 dan telah diperbaiki pada malam harinya. Distribusi air kepada pelanggan kemudian disebut kembali normal pada Kamis malam.
Namun, munculnya kembali keluhan warga menunjukkan perlunya pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi distribusi air hingga ke tingkat pelanggan.
Warga berharap PDAM Sinjai tidak hanya memastikan kondisi jaringan utama, tetapi juga melakukan pengecekan terhadap jaringan distribusi yang menuju rumah-rumah pelanggan yang masih mengalami gangguan.
Masyarakat juga meminta adanya penjelasan secara terbuka apabila terjadi gangguan distribusi, termasuk penyebab, wilayah terdampak, serta langkah penanganan yang dilakukan.
Sebab, di tengah momentum 81 tahun Indonesia merdeka, persoalan ketersediaan air bersih masih menjadi pekerjaan rumah yang dirasakan langsung masyarakat.
Bagi warga, kemerdekaan bukan hanya soal perayaan dan seremoni, tetapi juga bagaimana kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih dapat terpenuhi secara layak, lancar, dan berkelanjutan.





