Sinjai, MarajaNews—Kerusakan jaringan pipa Perumda Air Minum (PDAM) Sinjai kembali menjadi sorotan.
Dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir, sejumlah titik pipa jaringan distribusi utama (JDU) air baku Balangtieng dilaporkan mengalami kerusakan berulang.
Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat, terlebih saat musim kemarau ketika kebutuhan air bersih meningkat dan sebagian warga mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Sementara itu Direktur PDAM Sinjai, Nasrullah Mustamin, membenarkan adanya sejumlah kerusakan pada jaringan pipa JDU air baku Balangtieng.
“Iya betul, selama sebulan ini pipa JDU air baku Balangtieng mengalami beberapa kali kerusakan,” ujar Nasrullah.
Ia menjelaskan, pada pekan sebelumnya terjadi kerusakan pada pipa berdiameter 250 milimeter yang berada di jalur menuju instalasi pengolahan air di Palla, tepatnya di Dusun Bongki, Desa Bongki Lengkese.
Kerusakan tersebut disebabkan oleh press sambungan pipa yang terlepas.
Sementara pada pekan ini, kerusakan kembali terjadi di Dusun Data, Desa Bongki Lengkese, Kecamatan Sinjai Timur.
Pada titik tersebut, stub flange mengalami pecah sebelum jembatan pelintas.
Kerusakan lainnya terjadi di Dusun Sengkan, Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan.
Pipa JDU Balangtieng berdiameter 400 milimeter yang berada di jembatan pelintas mengalami kerusakan pada bagian stub flange.
Selain itu, terdapat dua titik kerusakan di wilayah Panrere, Kecamatan Sinjai Borong. Kerusakan terjadi pada bagian press sambungan pipa akibat adanya pergeseran pada pipa.
Menurut Nasrullah, pihak PDAM telah melaporkan kondisi tersebut kepada Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, melalui Satuan Kerja (Satker) Air Baku.
Pihak balai, kata dia, meminta agar dilakukan penanganan sementara terhadap kerusakan tersebut.
“Makanya kami baru melakukan perbaikan. Rencananya perbaikan dilakukan Sabtu sampai Minggu ini,” jelasnya.
Nasrullah juga menegaskan bahwa proses perbaikan tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh PDAM karena jaringan pipa JDU Balangtieng merupakan aset Kementerian Pekerjaan Umum yang berada di bawah pengelolaan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang.
“Kami harus melaporkan terlebih dahulu sebelum melakukan perbaikan, karena pipa JDU Balangtieng adalah aset Kementerian PU melalui Balai Pompengan Jeneberang,” katanya.
Sementara itu, berulangnya kerusakan jaringan pipa tersebut diharapkan menjadi perhatian serius pihak terkait.
Masyarakat berharap adanya evaluasi terhadap kondisi jaringan agar kerusakan tidak terus berulang dan pelayanan air bersih kepada warga, khususnya di tengah musim kemarau, dapat tetap berjalan secara optimal.






