Sinjai, MarajaNews—Progres pembangunan proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mencapai 45 persen.
Hal tersebut disampaikan oleh Engineering proyek Sekolah Rakyat Sinjai, Fahri.
“Progres sampai dengan minggu ke-22 sudah mencapai 45,627 persen,” ujar Fahri Beberapa Hari lalu.
Fahri mengatakan batas waktu pengerjaan proyek tersebut ditargetkan rampung pada 22 Juni 2026.
Program yang merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto ini dibangun di Lingkungan Tanassang, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara.
Lokasinya berada sekitar 200 meter dari Kantor Bupati Sinjai. Tepat di belakang Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sinjai.
Proyek ini dikerjakan oleh PT Nindya Karya KSO PT Bumi Perkasa Sidenreng dengan nilai kontrak mencapai Rp245 miliar.
Sementara itu, Manajer Keuangan proyek, Hasril, mengungkapkan total tenaga kerja yang dilibatkan mencapai sekitar 715 orang.
“Sekitar 715 pekerja dilibatkan dalam proyek ini,” katanya.
Pihaknya mengakui terdapat sejumlah kendala dalam proses pembangunan.
Kendala tersebut meliputi keterbatasan tenaga kerja, ketersediaan material, hingga faktor cuaca.
Hasril menyebutkan, kebutuhan tenaga kerja cukup tinggi karena proyek Sekolah Rakyat tengah berlangsung secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.
“Kekurangan pekerja karena proyek serupa juga berjalan di Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, ketersediaan material juga menjadi tantangan, mengingat spesifikasi bangunan yang seragam secara nasional.
“Harga bahan bangunan seperti besi dan atap juga mengalami kenaikan di tengah proses pengerjaan karena perang,” katanya.





