Puluhan Juta Rupiah Tak Dibayar, Pelaku UMKM di Sinjai Keluhkan Utang Pekerja Proyek Sekolah Rakyat

Foto Marlina penjual makanan catering(kiri) foto sinar Pemilik warung kelontong (Kanan)

Sinjai, MarajaNews—Sejumlah pelaku usaha katering dan pemilik warung kelontong di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mengeluhkan tunggakan pembayaran yang ditinggalkan oleh pekerja proyek pembangunan Sekolah Rakyat Sinjai.

Proyek bentukan program Presiden Prabowo Subianto ini berlokasi di Lingkungan Tanassang, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara.

Bacaan Lainnya

Proyek strategis tersebut dikerjakan oleh PT Nindya Karya KSO – PT Bumi Perkasa Sidenreng dengan nilai kontrak mencapai Rp245 miliar.

Namun di balik kemegahannya, menyisakan persoalan bagi warga lokal.

Sinar (42), salah seorang pemilik warung, mengaku rugi sebesar Rp4,7 juta akibat utang yang ditinggalkan para pekerja.

Baca Juga:  Panitia Musda KNPI Sinjai ke-XVI Resmi Terbentuk, Siap Digelar Januari 2026

Menurutnya, tunggakan tersebut mencakup biaya makan, rokok, minuman, hingga kebutuhan sehari-hari lainnya yang diambil pekerja sejak sebelum Idulfitri 2026.

“Masih ada sekitar tujuh pekerja yang belum membayar. Mereka sudah lama pulang ke Jawa. Mandor proyek sebelumnya berjanji akan bertanggung jawab setelah Lebaran, tapi sampai sekarang tidak ada respons saat dihubungi,” ujar Sinar, Minggu (10/5/2026).

Nasib lebih pilu dialami Marlina (43), pengusaha katering lokal yang melayani kebutuhan konsumsi proyek.

Ia menyebut total piutang yang belum terbayar mencapai Rp20.484.000, dari total tagihan awal sebesar Rp42,9 juta.

Marlina menjelaskan bahwa ia sempat menahan mandor pekerja bernama Tomo agar tidak mudik sebelum melunasi utang.

Baca Juga:  UIAD Sinjai Serahkan Beasiswa Tahfidz Qur’an Tahun 2025 kepada Lima Mahasiswa

Namun, Tomo akhirnya diizinkan pulang ke Jawa setelah mendapat jaminan dari pekerja lain berinisial A, serta kesaksian dari dua orang petugas keamanan proyek.

“Ada surat perjanjian tertulis dari Mandor Tomo bahwa sisa pembayaran akan dilunasi setelah tiba di Jawa. Saya percaya karena ada jaminan itu, tapi sampai sekarang uangnya belum ada,” keluh Marlina.

Marlina diketahui melayani katering makanan untuk sekitar 400 porsi per harinya untuk para pekerja Proyek SR

Marlina juga mengungkapkan bahwa pekerja berinisial A yang selaku penjamin masih memiliki utang pribadi sebesar Rp5 juta kepadanya.

Para pelaku usaha kecil di Sinjai ini berharap pihak kontraktor (PT Nindya Karya KSO – PT Bumi Perkasa Sidenreng) atau instansi terkait dapat turun tangan memediasi persoalan ini.

Baca Juga:  Siapa Sosok A? Disebut Jadi Penjamin Tunggakan Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Sinjai

Mereka menuntut agar seluruh tunggakan segera dilunasi demi kelangsungan usaha kecil mereka.

“Saya hanya ingin uang saya kembali. Kami ini hanya pelaku usaha kecil,” pungkas Marlina

Pos terkait