56 Bencana Terjadi di Sinjai Hingga Mei 2026, Satu Korban Meninggal Dunia

Cuaca ekstrem Landa Kab Sinjai(Dok.Istimewa)

Sinjai, MarajaNews—Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sinjai mencatat sebanyak 56 kejadian bencana terjadi di wilayah Kabupaten Sinjai sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Mei 2026.

 

Bacaan Lainnya

Saat ditemui MarajaNews.com, Analis Kebencanaan BPBD Sinjai Andi Octave mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem menjadi jenis bencana yang paling dominan selama periode tersebut.

 

“Dari total 56 kejadian bencana yang tercatat, sebanyak 45 kejadian atau sekitar 80,36 persen merupakan bencana akibat cuaca ekstrem,” ujarnya.

Baca Juga:  Semangat Berbagi di Pasar Sentral Sinjai, Pedagang Sembelih 7 Ekor Sapi Kurban

 

Selain cuaca ekstrem, BPBD juga mencatat 9 kejadian tanah longsor (16,07 persen) kejadian banjir (1,79 persen) dan 1 kejadian pergerakan tanah (1,79 persen).

 

Sementara itu, selama periode tersebut tidak tercatat adanya kejadian banjir rob, abrasi, maupun gelombang ekstrem.

 

Andi Octave menjelaskan berdasarkan data informasi kebencanaan BPBD Sinjai, kejadian bencana tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Sinjai.

 

Kecamatan Sinjai Utara menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 19 kejadian, disusul Sinjai Timur 13 kejadian, Sinjai Selatan 8 kejadian, serta Sinjai Borong dan Tellulimpoe masing-masing 4 kejadian.

 

Sementara itu, Kecamatan Bulupoddo, Sinjai Tengah, Sinjai Barat, dan Pulau Sembilan masing-masing mencatat 2 kejadian bencana selama lima bulan pertama tahun 2026.

Baca Juga:  Miris! Toilet Alun Alun Sinjai Rusak dan Disegel di Keluhkan Pengunjung

 

Akibat berbagai kejadian tersebut, kerusakan yang ditimbulkan terbilang cukup signifikan.

 

BPBD mencatat terdapat 21 rumah rusak ringan, 19 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak berat.

 

Selain itu, bencana juga menyebabkan kerusakan pada 6 unit perkantoran, 3 fasilitas umum 1 sekolah 1 jembatan, 1 sepeda motor, dan 2 unit mobil

 

Dari sisi dampak terhadap masyarakat, sebanyak 184 jiwa terdampak, 2 orang mengalami luka-luka dan 1 orang meninggal dunia akibat kejadian bencana selama periode tersebut.

 

BPBD Kabupaten Sinjai mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

 

Warga juga diharapkan segera melaporkan setiap kejadian kebencanaan kepada pemerintah setempat maupun petugas BPBD agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Baca Juga:  Rumah Janda Lansia di Sinjai Utara Terdampak Banjir Lumpur dan Longsor

 

“Data ini menjadi bahan evaluasi penting dalam upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana di Kabupaten Sinjai, sehingga dampak yang ditimbulkan pada masa mendatang dapat diminimalkan,” jelas Andi Octave.

 

Sementara itu, Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga Kabupaten Sinjai, untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti informasi cuaca dari instansi terkait, serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana,” imbau Ratnawati Arif.

Pos terkait