Sinjai, MarajaNews—Polemik pelayanan di Puskesmas Samaenre Kecamatan Sinjai Selatan Kabupaten Sinjai mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sinjai.
Menyusul adanya dugaan keterlambatan penanganan pasien darurat, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kinerja Puskesmas Samaenre.
“Kami akan lakukan evaluasi kinerja PKM Samaenre dan akan melakukan tindakan tegas jika lalai dalam menerapkan SPM dan SOP dalam menangani pasien,” tegas Andi Jefrianto Asapa saat dikonfirmasi, Rabu (27/05/2026).
Sebelumnya, pelayanan di Puskesmas Samaenre kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat setelah muncul dugaan lambatnya penanganan terhadap seorang pasien darurat yang mengalami luka terbuka di bagian wajah.
Peristiwa tersebut diduga terjadi karena tidak adanya dokter maupun perawat yang standby di puskesmas saat pasien tiba untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kondisi itu memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk aktivis Kabupaten Sinjai, Amal yang menilai pelayanan kesehatan merupakan hal yang sangat vital karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
“Sangat disayangkan pelayanan yang harusnya diutamakan karena hal tersebut menyangkut nyawa manusia, Oleh karena itu kami meminta pihak terkait melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala Puskesmas. Jika terbukti lalai dalam menjalankan tugasnya, maka harus dicopot dari jabatannya,” tegas Amal kepada MarajaNews.
Kekecewaan juga disampaikan pihak keluarga pasien.
Burhan selaku keluarga pasien, menilai fasilitas kesehatan seharusnya tetap menyiagakan petugas medis meskipun dalam suasana hari raya maupun hari libur.
“Harusnya ada yang tetap standby di puskesmas meskipun itu hari raya,” ungkap Burhan.
Ia juga menyoroti absennya sejumlah petugas secara bersamaan yang dinilai dapat membahayakan pasien yang membutuhkan penanganan cepat.
“Para petugas tidak boleh seenaknya meninggalkan puskesmas secara bersamaan karena jika ada hal darurat seperti ini tidak ada yang menangani dengan cepat,” tambahnya.
Dari pantauan di lokasi, sejumlah petugas disebut tidak berada di tempat.
Bahkan pintu Instalasi Gawat Darurat (UGD) terlihat tertutup sementara terdapat seorang pasien yang tengah terbaring di ruang UGD menunggu penanganan medis.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Samaenre, Erna saat dikonfirmasi oleh Maraja News menyampaikan bahwa pasien kecelakaan tersebut telah mendapatkan penanganan medis dan dalam kondisi stabil.
“Pasien kecelakaan tadi pas salat Id sudah tertangani, stabil ji pasiennya. Mohon maaf jika ada masyarakat tidak tertangani dengan baik,” jelasnya





