Pelayanan Puskesmas Samaenre Dikeluhkan, Aktivis Desak Evaluasi Kepala Puskesmas

Puskesmas Samaenre Sinjai Selatan (Dok.Istimewa)

Sinjai, MarajaNews—Pelayanan di Puskesmas Samaenre, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat setelah adanya dugaan keterlambatan penanganan pasien darurat Rabu (27/05/2026).

 

Bacaan Lainnya

Peristiwa tersebut terjadi saat seorang pasien yang mengalami luka terbuka di bagian wajah diduga lambat mendapatkan penanganan medis karena tidak adanya dokter maupun perawat yang standby di puskesmas saat kejadian berlangsung.

 

Kondisi itu memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk salah satu aktivis di Kabupaten Sinjai Amal menilai pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas utama karena menyangkut keselamatan dan nyawa manusia.

Baca Juga:  UIAD Sinjai Serahkan Beasiswa Tahfidz Qur’an Tahun 2025 kepada Lima Mahasiswa

 

“Sangat disayangkan pelayanan yang harusnya diutamakan karena hal tersebut menyangkut nyawa manusi, Oleh karena itu kami meminta pihak terkait melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala Puskesmas, Jika terbukti lalai dalam menjalankan tugasnya, maka harus dicopot dari jabatannya,” tegas Amal kepada MarajaNews.

 

Sebelumnya, keluarga pasien juga mengaku kecewa terhadap pelayanan yang diberikan pihak puskesmas.

 

Burhan, selaku keluarga pasien, menilai fasilitas kesehatan seharusnya tetap menyiagakan petugas meskipun dalam suasana hari raya atau hari libur.

 

“Harusnya ada yang tetap standby di puskesmas meskipun itu hari raya,” ungkap Burhan.

 

Ia juga menyoroti absennya petugas secara bersamaan yang dinilai dapat membahayakan keselamatan pasien yang membutuhkan penanganan cepat.

Baca Juga:  Kenalkan Pendidikan Vokasi, Prodi TRIL UMSi Sambangi SMA Negeri 4 Sinjai

 

“Para petugas tidak boleh seenaknya meninggalkan puskesmas secara bersamaan karena jika ada hal darurat seperti ini tidak ada yang menangani dengan cepat,” tambahnya.

 

Dari pantauan MarajaNews di lokasi, sejumlah petugas disebut tidak berada di tempat.

 

Bahkan pintu Instalasi Gawat Darurat (UGD) terlihat tertutup, sementara terdapat satu pasien yang tengah terbaring di ruang UGD menunggu penanganan medis.

 

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kepala Puskesmas Samaenre, Erna, belum memberikan penjelasan rinci terkait kejadian tersebut.

 

Ia hanya menyampaikan singkat, “Nanti kami konfirmasi.”

 

Erna juga menyebut pasien kecelakaan tersebut telah mendapatkan penanganan medis.

 

“Pasien kecelakaan tadi pas salat Id sudah tertangani, stabil ji pasiennya. Mohon maaf jika ada masyarakat tidak tertangani dengan baik,” tutupnya.

Pos terkait