Sinjai Selatan, MarajaNews—Keluhan terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas Samaenre, Kecamatan Sinjai Selatan, menjadi sorotan setelah salah satu warga, Malik, mengaku keluarganya mengalami kesulitan mendapatkan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Menurut Malik, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WITA saat keluarganya membawa sang adik yang dalam kondisi lemas ke IGD Puskesmas Samaenre untuk mendapatkan penanganan medis.
“Begini pak, sekitar jam 11 tadi di Puskesmas Samaenre ibu saya langsung ke IGD karena adik saya sudah parah kondisinya. Namun kami merasa ditolak dengan alasan bahwa pasien harus sakit selama lima hari baru bisa dilayani di IGD. Padahal adik saya baru sakit dua hari dua malam, tetapi kondisinya sudah cukup parah sehingga kami memutuskan langsung ke ruang darurat,” ujar Malik kepada MarajaNews.
Ia menuturkan, pihak keluarga kemudian diarahkan ke ruang poli. Namun saat tiba di lokasi, pelayanan poli disebut sudah tutup sehingga keluarga kembali menunggu sambil melihat kondisi pasien yang semakin lemas.
“Padahal kondisi pasien terbaring lemas di ruang tunggu dan menurut kami membutuhkan pertolongan cepat. Karena khawatir, akhirnya kami membawa adik kami ke Rumah Sakit Pratama. Alhamdulillah di sana langsung dilayani dengan cepat. Bahkan karena kondisinya cukup parah, beberapa kali pemasangan infus sempat mengalami kesulitan karena darah tidak keluar,” lanjutnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Puskesmas Samaenre memberikan klarifikasi bahwa pihaknya tidak pernah menolak pasien sebagaimana yang dikeluhkan keluarga.
“bukan ditolak pak. Pasien sudah dilayani, diperiksa, dan diberikan obat oleh dokter. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menilai kondisi pasien masih memungkinkan untuk dirawat di rumah. Karena itu advis dokter pasien bisa pulang. Namun apabila setelah minum obat tidak mengalami perbaikan, pasien disarankan kembali untuk dirawat di puskesmas,” jelas Erna Kepala Puskesmas Samaenre saat dikonfirmasi MarajaNews.
Perbedaan keterangan antara keluarga pasien dan pihak puskesmas ini menjadi perhatian publik.
Di satu sisi keluarga merasa tidak mendapatkan pelayanan sesuai harapan dalam kondisi yang dianggap darurat, sementara pihak puskesmas menegaskan bahwa prosedur pemeriksaan telah dilakukan dan keputusan medis diambil berdasarkan hasil penilaian dokter.






