Harga Cabai Rawit dan Minyak Goreng di Sinjai Merangkak Naik, Disperindag Pantau Ketat Pasokan

(DokIstimewa)

Sinjai, MarajaNews— Sejumlah harga kebutuhan pokok di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mulai menunjukkan kenaikan signifikan.

Dari Pantauan Maraja News di lapangan menunjukkan harga cabai rawit kini menembus angka Rp50.000 per kilogram, disusul kenaikan pada komoditas minyak goreng dan bawang.

Bacaan Lainnya

Daeng Lomo (40), salah seorang pedagang sembako di Pasar Sentral Sinjai, mengungkapkan bahwa kenaikan ini terjadi pada beberapa item tertentu, sementara bahan pokok lainnya cenderung masih stabil.

Baca Juga:  21 Tahun Mengabdi, Letting 27 ZLD Polres Sinjai Rayakan Syukur dengan Berbagi Kebaikan

“Bahan pokok yang melonjak itu cabai rawit, minyak, hingga bawang putih dan merah,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sinjai, Andi Mandasini menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan dilapangan kenaikan memang terjadi pada minyak kemasan, minyak curah, cabai keriting, cabai rawit, serta kacang-kacangan.

“Penyebab utamanya adalah berkurangnya pasokan dari tingkat petani. Namun, di sisi lain, harga daging ayam potong justru mengalami penurunan karena pasokan dari peternak sedang melimpah,” jelas Andi Mandasini.

Berikut Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Sinjai.
Cabai Rawit (Rp50.000/kg), Cabai Keriting (Rp30.000/kg).

Bawang Merah (Rp40.000/kg), Bawang Putih (Rp40.000/kg).

Minyak Goreng Kemasan (Rp23.000/liter), Curah (Rp17.000/liter).

Baca Juga:  Totalitas Personel Brimob Polda Sulsel Kolaborasi Masyarakat Bangun Jembatan Gantung untuk Anak Sekolah di Soppeng

Beras Premium (Rp14.000/kg), Medium (Rp12.000/kg).

Tomat (Rp20.000/kg), Wortel (Rp10.000/kg), Kol (Rp7.000/kg).

Daging Sapi (Rp130.000/kg), Daging Ayam Potong (Rp37.000/kg).

Andi Mandasini memastikan pihaknya akan terus memantau pergerakan harga secara rutin di pasar.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga guna mencukupi kebutuhan masyarakat Sinjai di tengah fluktuasi harga yang terjadi.

Pos terkait