Bus Dilarang Masuk Bumi Perkemahan, Putra Sinjai di Brimob Turun Tangan Bantu Kontingen Jamnas XII

Bripka Ebin Andrianto, personel Mako Brimob Polri(Dok.Istimewa)

Jakarta, MarajaNews—Di tengah hiruk-pikuk Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Selasa (11/8/2026) pagi, tenda-tenda kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Sinjai akhirnya berdiri lebih cepat dari perkiraan.

 

Di balik berdirinya tenda-tenda tersebut, ada kisah tentang kepedulian dan semangat kekeluargaan warga Sinjai di perantauan.

 

Situasi sempat membuat panik ketika bus yang mengangkut peserta beserta perlengkapan kontingen tidak diperbolehkan masuk ke area perkemahan.

 

Sementara itu, jarak dari lapangan utama menuju lokasi tenda cukup jauh, bahkan untuk kemah putra diperkirakan mencapai sekitar 3 kilometer.

 

Barang-barang kontingen pun harus segera diturunkan dan dipindahkan ke lokasi perkemahan.

 

Di tengah kondisi tersebut, bantuan datang dari sesama putra daerah Sinjai.

Baca Juga:  BKPRMI Sinjai Terima Penghargaan Nasional pada Rapimnas BKPRMI 2026

 

Bripka Ebin Andrianto, personel Mako Brimob Polri yang bertugas di Depok, bersama sejumlah rekannya langsung turun tangan.

 

Ia mengerahkan satu unit mobil minibus dan beberapa sepeda motor untuk membantu mengangkut tenda, logistik, koper, serta perlengkapan peserta Kwarcab Sinjai.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Ebin Andrianto yang telah membantu menyiapkan armada. Beliau putra daerah Sinjai yang sangat peduli setiap kali ada orang Sinjai berkegiatan di Cibubur,” ujar Makhyudin Taha, Pimpinan Kontingen Kwarcab Sinjai.

 

Sosok Ebin ternyata bukan orang asing bagi warga Sinjai yang merantau ke Jakarta dan sekitarnya.

 

Pria kelahiran Sinjai Borong tersebut telah mengabdikan diri selama 13 tahun di Korps Brimob Polri. Ebin merupakan alumni SMKN 1 Sinjai, sementara pendidikan S1 dan S2-nya ditempuh di Jakarta.

Baca Juga:  Target 128 Miliar, Progres PAD di Sinjai Capai 90 Persen

 

Di kampung halamannya, Ebin diketahui berdomisili di wilayah Sinjai Borong. Ia merupakan adik kandung Marliana, Sekretaris Camat Sinjai Borong, dan kini telah berumah tangga dengan dr. Fatmawati.

 

Namun, bagi Ebin, membantu sesama warga Sinjai bukanlah persoalan jabatan maupun kepentingan.

 

“Kalau ada orang Sinjai kesusahan di perantauan, masa kita diam saja,” katanya singkat sembari ikut membantu mendirikan tenda.

 

Kehadiran Ebin di tengah kontingen Sinjai pada Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 menjadi gambaran sederhana tentang kuatnya rasa persaudaraan warga Sinjai, meski berada jauh dari kampung halaman.

 

Bagi kontingen Sinjai, tenda yang berdiri cepat pagi itu bukan sekadar tempat berteduh.

Baca Juga:  Operasi Pencarian Berakhir Nelayan Asal Sinjai Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Bulukumba

 

Lebih dari itu, tenda tersebut menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun merantau, orang Sinjai tidak pernah benar-benar sendiri.

Pos terkait