Sinjai, MarajaNews—Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Achmad Fauzan Guntur, mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying menyusul maraknya antrean kendaraan di sejumlah SPBU.
Achmad Fauzan masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Selatan.
“Jadi terkait maraknya antrean di Sulawesi Selatan, DPRD mengimbau masyarakat untuk tidak terjadi panic buying,” katanya Rabu (9/9/2026).
Menurut legislatif PPP itu, DPRD Sulsel telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk memastikan ketersediaan stok dan kelancaran pasokan BBM.
“Kita sudah berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan tetap terpenuhi,” ujarnya.
Selain BBM kata putra Bupati Sinjai, Ratnawati Arif itu, DPRD Sulsel juga mendorong adanya penambahan pasokan LPG ke sejumlah daerah yang terdampak kekeringan.
“Penambahan pasokan menjadi perhatian karena kondisi kekeringan turut berdampak pada sektor pertanian di sejumlah wilayah,” katanya.
LPG juga dibutuhkan untuk mendukung aktivitas petani dalam melakukan pompanisasi guna mengairi persawahan yang terdampak kekeringan.
“Dalam waktu dekat ini akan ada penambahan pasokan LPG ke daerah yang terdampak kekeringan, khususnya di sektor pertanian untuk pompanisasi petani,” ujarnya.
Ketua PMI Sinjai itu juga meminta pemerintah kabupaten dan kota agar lebih selektif dalam menerbitkan rekomendasi bagi petani dan nelayan.
“Rekomendasi harus diberikan sesuai dengan peruntukan serta besaran alokasi yang telah ditetapkan,” katanya.
“Hal ini penting untuk memastikan BBM bersubsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak dan digunakan sesuai kebutuhan,” lanjutnya.
Ia menegaskan, pengawasan terhadap distribusi BBM juga menjadi perhatian DPRD Sulsel bersama pemerintah daerah dan Pertamina Patra Niaga.
“Pemprov Sulsel, DPRD Sulsel dan Pertamina Patra Niaga telah berkoordinasi dengan APH untuk melakukan pengawasan dan penindakan terkait oknum-oknum yang ingin bermain,” katanya.
Ia berharap pengawasan tersebut dapat mencegah terjadinya penyalahgunaan distribusi BBM serta menjaga pasokan tetap aman bagi masyarakat.
“Semoga dengan koordinasi lintas sektor dan pengawasan yang diperkuat, distribusi BBM di Sulawesi Selatan berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.






