Sinjai, marajaNews—Keberadaan hewan ternak yang berkeliaran bebas di kawasan BTN Lappa Mas 3, Kabupaten Sinjai, menuai keluhan warga.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan, kebersihan, serta ketertiban lingkungan permukiman.
Hewan ternak yang dibiarkan lepas tanpa pengawasan pemiliknya itu dilaporkan merusak tanaman milik warga.
Tak hanya itu, kotoran hewan juga ditemukan berceceran di sejumlah titik kawasan perumahan.
Salah seorang warga, Fajar, mengungkapkan kekesalannya atas kondisi tersebut.
Ia mengaku tanaman yang selama ini dirawatnya habis dimakan oleh hewan ternak yang berkeliaran bebas.
“Tanaman yang saya rawat habis dimakan. Belum lagi kotorannya berceceran di mana-mana. Tentu ini sangat mengganggu,” keluhnya.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan warga terkait pengawasan dan langkah penertiban yang seharusnya dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sinjai.
Fajar mempertanyakan sejauh mana pengawasan Satpol PP terhadap keberadaan hewan ternak yang berkeliaran di fasilitas umum maupun kawasan permukiman.
“Satpol PP ke mana? Apakah kondisi seperti ini tidak menjadi perhatian? Kami berharap ada tindakan nyata, bukan hanya bergerak setelah persoalan ramai atau viral di media sosial,” kesalnya
Menurut fajar, penertiban hewan ternak tidak semestinya hanya dilakukan setelah muncul keluhan atau menjadi perbincangan publik.
Ia juga berharap Satpol PP Kabupaten Sinjai segera turun tangan melakukan penertiban sekaligus memberikan teguran kepada pemilik ternak agar tidak membiarkan hewan peliharaannya berkeliaran bebas.
Sebab, persoalan ini bukan sekadar mengganggu keindahan lingkungan, tetapi juga menyangkut kebersihan, keselamatan pengguna jalan, serta hak masyarakat untuk menikmati lingkungan tempat tinggal yang aman dan nyaman.
Jangan sampai warga terus dirugikan akibat hewan ternak yang berkeliaran tanpa pengawasan, sementara penertiban baru dilakukan setelah persoalan menjadi sorotan publik.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Satpol PP Kabupaten Sinjai terkait keluhan warga tersebut.
MarajaNews masih berupaya memperoleh konfirmasi guna mendapatkan penjelasan dan tanggapan dari pihak terkait.






