SINJAI, MarajaNews – Tepuk tangan dan senyum bangga orang tua mengiringi setiap penampilan peserta didik dalam Haflah Ikhtitam XXI RA Qurrata A’yun Wahdah Islamiyah Sinjai yang digelar Sabtu (20/6/2026).
Mengusung tema “Langkah Kecil Hari Ini, Prestasi Besar Hari Esok”, kegiatan tersebut menjadi momentum syukur atas capaian para peserta didik sekaligus ajang menampilkan hasil pembelajaran yang telah mereka lalui selama menempuh pendidikan usia dini.
Berbagai penampilan mewarnai kegiatan tersebut. Mulai dari hafalan Al-Qur’an, pembacaan doa-doa harian, hingga kemampuan anak-anak tampil percaya diri di hadapan ratusan pasang mata yang hadir memenuhi ruangan.
Perkembangan para peserta didik itu mendapat apresiasi dari Kepala Seksi Pendidikan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Sinjai, Dr. Syamsul Alam, S.Ag., M.Pd. Menurutnya, keberanian anak-anak tampil di atas panggung merupakan hasil dari proses pendidikan yang tidak singkat.
“Maa syaa Allah, kami sangat salut dan bangga melihat anak-anak yang kini begitu berani tampil di panggung, bahkan sudah bisa menjadi MC dan melakukan persembahan di atas panggung,” ujarnya.
Ia menilai capaian tersebut tidak hanya menunjukkan keberhasilan dalam aspek pembelajaran, tetapi juga mencerminkan tumbuhnya rasa percaya diri yang menjadi bekal penting bagi anak-anak dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Syamsul Alam juga memberikan apresiasi kepada para guru yang selama ini mendampingi peserta didik dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
“Semua ini adalah buah dari ketulusan luar biasa para guru RA yang tidak sekadar mengajar, tetapi mengasuh mereka dengan kehangatan layaknya seorang ibu di rumah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Al Islami Sinjai, Ustaz Irsan, S.Pd., mengungkapkan bahwa keberhasilan yang tampak pada diri anak-anak hari ini tidak lepas dari dedikasi para pendidik yang setiap hari membersamai mereka dalam proses belajar dan bertumbuh.
Menurutnya, mendidik anak usia dini memiliki tantangan tersendiri karena para guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membentuk karakter, kebiasaan baik, dan kecintaan anak terhadap agama.
“Mendidik anak usia dini adalah seni yang indah meski penuh dinamika. Karenanya dibutuhkan kesabaran. Kadang kita mengejar anak-anak, kadang kita dikejar. Namun tetaplah semangat, di balik dinamika itu ada kemuliaan besar yang insyaallah menanti kita,” katanya.
Apresiasi juga datang dari para orang tua yang merasakan langsung dampak pendidikan yang diterima anak-anak mereka. Salah seorang perwakilan wali murid mengaku bersyukur atas perkembangan yang dialami putra-putri mereka selama belajar di RA Qurrata A’yun.
“Maa syaa Allah, kami merasa terhormat, bersyukur, dan bangga hari ini menyaksikan anak kami mengikuti Haflah Ikhtitam. Alhamdulillah, dengan ketulusan ibu guru dan ustazah, anak kami mengalami banyak perubahan,” ungkapnya.
Ia menyebut perubahan tersebut tidak hanya terlihat dari keberanian anak tampil di depan umum, tetapi juga dari kemampuan mereka dalam membaca Al-Qur’an dan menghafal surah-surah pendek.
“Anak kami sudah bisa membaca Al-Qur’an dan menghafal beberapa surah di Juz 30. Terima kasih banyak kepada seluruh guru. Semoga Allah membalas semua kebaikan yang telah diberikan,” tuturnya.
Haflah Ikhtitam XXI RA Qurrata A’yun Wahdah Islamiyah Sinjai menjadi gambaran bagaimana sinergi antara lembaga pendidikan, guru, dan orang tua mampu menghadirkan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dari ruang-ruang kelas pendidikan usia dini, lahir generasi yang tidak hanya berani tampil dan percaya diri, tetapi juga mulai menapaki perjalanan mereka sebagai generasi yang mencintai Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam sejak usia belia.







