Sinjai, MarajaNews—Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Sinjai dalam beberapa waktu terakhir kembali memicu bencana tanah longsor.
Kali ini, longsor terjadi di Dusun Maccini, Desa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur, Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 05.00 WITA.
Analis Kebencanaan BPBD Kabupaten Sinjai, Andi Octave, saat dikonfirmasi Oleh MarajaNews menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan yang berlangsung terus-menerus sehingga menyebabkan kondisi tanah menjadi labil dan akhirnya runtuh.
“Material longsor berasal dari tebing setinggi kurang lebih 20 meter. Tanah, pohon, dan bebatuan yang terbawa longsoran menutup badan jalan penghubung antarwilayah sehingga akses transportasi masyarakat terganggu,” ujar Andi Octave.
Berdasarkan hasil asesmen BPBD, material longsoran menutup jalan yang menghubungkan Desa Panaikang dan Desa Pattalassang di Kecamatan Sinjai Timur, serta Desa Aska di Kecamatan Sinjai Selatan.
Panjang area yang tertutup material mencapai sekitar 25 meter dengan lebar longsoran 7,6 meter dan ketebalan material bervariasi antara 1 hingga 13 meter.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menyebabkan akses kendaraan roda empat belum dapat melintas secara normal.
Saat ini, jalan hanya dapat dilalui secara terbatas oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua setelah dilakukan pembersihan awal.
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Kabupaten Sinjai telah melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Provinsi Sulawesi Selatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Selain itu, personel BPBD bersama TNI, Polsek Sinjai Timur, dan warga setempat melakukan evakuasi pohon yang menutupi badan jalan guna membuka akses sementara.
Sejalan dengan hal tersebut Bupati Sinjai Hj Ratnawati Arif mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah rawan longsor, agar tetap meningkatkan kewaspadaan selama kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat melintasi daerah rawan longsor dan terus memantau informasi cuaca dari BMKG, BPBD, serta sumber resmi lainnya guna mengantisipasi potensi bencana susulan,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, badan jalan masih dilakukan proses penanganan oleh tim gabungan.







