Sinjai, MarajaNews—Gelombang ekstrem yang disertai pasang air laut tinggi kembali mengancam kawasan pesisir Kabupaten Sinjai.
Sedikitnya 15 rumah warga yang dihuni 14 Kepala Keluarga (KK) atau 51 jiwa di Dusun Takalala, Desa Sanjai, Kecamatan Sinjai Timur, kini berada dalam kondisi terancam akibat abrasi pantai yang terus menggerus daratan.
Analis Kebencanaan BPBD Kabupaten Sinjai, Andi Octave, menjelaskan bahwa kejadian abrasi tersebut terjadi pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 03.00 WITA.
Fenomena gelombang laut yang tinggi dan pasang air laut menyebabkan pengikisan garis pantai hingga mengakibatkan sejumlah pohon kelapa tumbang serta mendekati area permukiman warga.
“Gelombang ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan abrasi pada bibir pantai. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena sudah mengancam rumah-rumah warga yang berada di sepanjang garis pantai,” jelas Andi Octave Kamis (18/6/2026).
Selain ancaman terhadap permukiman, gelombang laut juga membawa material sampah ke kawasan pemukiman warga.
Sampah yang terbawa arus laut tersebut masih berserakan di halaman rumah dan lingkungan sekitar sehingga membutuhkan pembersihan lanjutan guna menghindari potensi gangguan kesehatan masyarakat.
Meski demikian, hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sementara taksiran kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Sebagai langkah penanganan awal, BPBD Kabupaten Sinjai telah melaporkan kejadian tersebut kepada BNPB dan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan serta berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Sinjai Timur.
Sementara Bupati Sinjai Hj Ratnawati Arief menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat pasang laut mencapai puncaknya.
Ratnawati Arif juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang masih berpotensi terjadi seiring kondisi cuaca dan dinamika gelombang laut yang belum stabil.
“Kami mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi cuaca dari BMKG, BPBD, dan sumber resmi lainnya. Jika terjadi peningkatan gelombang atau kondisi yang membahayakan, segera melapor kepada pemerintah setempat maupun petugas kebencanaan,” ujarnya.






