Sinjai, marajaNews—Direktur Pabrik Porang Sinjai, Alin, menyatakan kesiapan pihaknya untuk turut memperbaiki jalan berlubang di Jalan Halim Perdana Kusuma sebagai bentuk kepedulian terhadap kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan.
Meski demikian, Alin juga mempertanyakan keterlibatan pihak pengelola proyek Pelabuhan Larea-rea terkait kondisi jalan yang rusak tersebut.
Menurutnya, akses jalan itu tidak hanya digunakan oleh kendaraan operasional pabrik Porang, tetapi juga dilalui kendaraan proyek pelabuhan, termasuk truk bermuatan berat yang beroperasi hampir setiap malam.
“Jalan itu dipakai bersama, bukan hanya oleh kami. Ada juga kendaraan proyek pelabuhan yang setiap hari melintas,” ujarnya.
Ia menilai seharusnya ada perhatian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kondisi jalan agar tidak semakin rusak.
“Kami tetap siap mengambil langkah perbaikan demi kenyamanan masyarakat. Tapi tentu kami berharap ada koordinasi dan dukungan dari pihak terkait agar penanganannya bisa maksimal dan berkelanjutan,”tambahnya.
Polemik jalan rusak dan aktivitas kendaraan proyek di sekitar kawasan Pelabuhan Larea-rea pun mulai memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Pasalnya, pernyataan Alin dinilai sebagai sindiran terhadap pihak pengelola proyek pelabuhan yang juga menggunakan akses Jalan Halim Perdana Kusuma.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Alin kembali mempertanyakan siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas kerusakan jalan tersebut, termasuk status jalan yang digunakan kendaraan proyek.
“Aku mau tanya itu jalan tanggung jawab pemerintah atau swasta. Itu jalan umum atau jalan pribadi,” tulis Alin melalui pesan WhatsApp.
Ia juga menyoroti aktivitas kendaraan berat proyek pelabuhan yang disebut beroperasi hingga dini hari.
“Bagaimana itu proyek pelabuhan Rp82 miliar, yang hampir dua bulan mobil 10 roda hilir mudik di saat orang tidur.
Jam 12 sampai subuh hilir mudik mobil 10 roda, apakah itu tidak melewati Jalan Halim Perdanakusuma,”lanjutnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola proyek Pelabuhan Larea-rea masih diupayakan untuk dikonfirmasi.






