Sinjai, MarajaNews—Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sinjai terus mengintensifkan penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat kurang mampu sepanjang tahun 2025.
Program bantuan tersebut bersumber dari APBN, APBD Provinsi, hingga APBD Kabupaten, dengan sasaran keluarga miskin dan kelompok rentan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sinjai, Drs. Andi Muhammad Idnan, M.Si., saat dikonfirmasi MarajaNews menyampaikan bahwa berbagai program bantuan telah disalurkan melalui mekanisme yang terdata dan tervalidasi dalam sistem nasional.
“Sepanjang tahun 2025, Dinas Sosial Kabupaten Sinjai menyalurkan berbagai jenis bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu melalui program pusat dan daerah, dengan mengacu pada data DTSEN yang terus kami perbarui secara berkala agar tepat sasaran,” ujarnya, Kamis(08/1/2026).
Berdasarkan data tahun 2025, penerima bantuan sosial di Kabupaten Sinjai melalui Dinas Sosial meliputi sejumlah program utama.
Program Keluarga Harapan (PKH) pada periode Oktober hingga Desember 2025 tercatat menjangkau 11.266 keluarga Desil 1–4 DTSEN.
Sementara Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Bantuan Sosial Pangan pada periode yang sama menjangkau 19.127 keluarga Desil 1–5 DTSEN.
Selain itu, penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan yang bersumber dari APBN mencapai 102.343 jiwa sesuai SK Nomor 292/HUK/2025 tertanggal 24 Desember 2025.
Adapun peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang dibiayai pemerintah daerah tercatat sebanyak 95.510 jiwa.
Dinsos Sinjai juga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 25.704 keluarga Desil 1–4 DTSEN pada periode Oktober hingga Desember 2025.
Di luar itu, bantuan atensi berupa alat bantu dan sembako disalurkan kepada 90 penyandang disabilitas dan lansia melalui sinergi dengan Balai Besar Kementerian Sosial Makassar.
Melalui APBD, bantuan sembako juga diberikan kepada 50 keluarga PMKS seperti anak terlantar, penyandang disabilitas, dan lansia terlantar, serta 50 keluarga korban bencana alam dan bencana sosial.
Dalam kondisi darurat, bantuan tanggap darurat disalurkan kepada 136 keluarga korban bencana alam dan sosial.
Tak kalah penting, bantuan langsung tunai dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau disalurkan kepada 222 keluarga buruh tani tembakau.
Pemerintah daerah juga memberikan bantuan iuran jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja bagi 1.000 orang buruh tani tembakau.
Terkait angka kemiskinan, Drs. Andi Muhammad Idnan, M.Si., menjelaskan bahwa berdasarkan data Sinjai Dalam Angka, persentase penduduk miskin Kabupaten Sinjai pada Maret 2024 berada di angka 7,82 persen. Angka tersebut menurun sebesar 0,73 persen poin dibandingkan Maret 2023 yang mencapai 8,55 persen.
“Dengan melihat berbagai bantuan dan stimulus ekonomi yang disalurkan baik melalui Kementerian Sosial, pemerintah provinsi, maupun kabupaten, kami berharap persentase penduduk miskin Kabupaten Sinjai pada tahun 2025 akan kembali menurun. Data resminya masih menunggu rilis BPS,” jelasnya.
Untuk menurunkan angka kemiskinan, Dinsos Sinjai terus mengimplementasikan program strategis yang mencakup perlindungan sosial, pemberian atensi, jaminan sosial, serta perbaikan dan validasi data DTSEN secara bertahap dan berkala agar bantuan benar-benar tepat sasaran.





