Waspada! Bencana Alam di Sinjai Melonjak Tajam Sepanjang 2025, Cuaca Ekstrem Jadi Ancaman Utama

(Dok.Istimewa)

SINJAI, MarajaNews—Kabupaten Sinjai tengah dalam alarm kewaspadaan Data terbaru menunjukkan bencana alam di Bumi Panrita Kitta mengalami kenaikan signifikan sepanjang tahun 2025.

 

Analisis Kebencanaan BPBD Sinjai Andi Octave mengungkapkan, Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai, tercatat sebanyak 92 kasus bencana terjadi selama 2025. Angka ini melonjak dibanding tahun 2024 yang mencatatkan 71 kasus.

 

“Ada peningkatan yang cukup mencolok, yakni sebanyak 21 kasus baru dalam setahun terakhir,” ungkap Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octave, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/1/2026).

 

Jika pada 2024 Sinjai didominasi oleh tanah longsor 37 kasus, maka pada 2025 wajah bencana berubah,Cuaca ekstrem menjadi “pemain utama” dengan total 47 kejadian.

Baca Juga:  Cegah Konflik Sosial, Korem 143 Halu Oleo Gelar Sosialisasi Binkom

 

Berikut rincian bencana Sinjai 2025 Cuaca Ekstrem 47 kasus, Tanah Longsor 17 kasus, Banjir 14 kasus, Banjir Rob 10 kasus, Abrasi &Gelombang Ekstrem Masing-masing 2 kasus.

Menyikapi kondisi ini, Bupati Sinjai, Ratnawati Arif, langsung mengeluarkan instruksi tegas. Mengingat saat ini status cuaca masuk dalam kategori Waspada, ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak lengah.

“Saya meminta warga ekstra hati-hati, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang bisa terjadi kapan saja,” ujar Ratnawati.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang dan banjir.

 

” Khusus bagi warga pesisir dan pengguna transportasi laut, diingatkan untuk memantau ketat potensi gelombang tinggi demi keselamatan pelayaran”tegasnya.

Baca Juga:  Gandeng Konten Kreator Makassar, FEHI UIAD Sinjai Bekali Mahasiswa Skill Public Speaking dan Personal Branding

 

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi terkini atau bantuan darurat, dapat memantau update melalui kanal resmi BPBD Kabupaten Sinjai.

Pos terkait