SINJAI, MarajaNews—Memasuki hari keempat operasi pencarian, Tim SAR Gabungan memperluas radius penyisiran terhadap Aidil (20), Anak Buah Kapal (ABK) KM 3 Putri 777 yang hilang di perairan Taka Limpoge.
Fokus operasi hari ini diarahkan ke wilayah selatan guna mengantisipasi pergerakan korban yang diprediksi terbawa arus laut.
Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octave, menjelaskan bahwa strategi pencarian kini mencakup area pesisir lintas kabupaten.
“Berdasarkan rencana operasi, tim memulai penyisiran dari pesisir Desa Bua, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, bergerak ke arah selatan hingga memasuki wilayah perairan Kassi, Kabupaten Bulukumba,” ungkapnya.
Langkah perluasan ini diambil berdasarkan analisis pola arus di sepanjang Teluk Bone yang cenderung mengarah ke selatan.
Operasi skala besar ini mengedepankan sinergi lintas instansi yang melibatkan.
BASARNAS Bone & SAR Brimob Batalyon C Bone.
Pos TNI AL Sinjai & Sat Polairud Polres Sinjai.
BPBD Sinjai, Tagana Dinsos Sinjai, & KKP Syahbandar Sinjai
Relawan Mapala UMSi Sinjai serta bantuan dari Nelayan Setempat.
Aidil dilaporkan hilang pada Sabtu, 31 Januari 2026, sekitar pukul 07.00 WITA. Insiden bermula saat KM 3 Putri 777 baru saja kembali dari rompong dan hendak melakukan proses lego jangkar di Taka Limpoge, Kecamatan Pulau Sembilan.
Korban diduga terpeleset dan terjatuh ke laut saat proses tersebut berlangsung.
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian intensif di tengah pemantauan kondisi cuaca yang fluktuatif.
Tim di lapangan juga melakukan penyisiran statis pada titik-titik koordinat krusial yang dianggap sebagai area akumulasi material laut.
Kami Juga mengimbau kepada masyarakat dan nelayan yang melintas di sepanjang pesisir Sinjai hingga Bulukumba untuk segera melapor ke posko terdekat atau melalui kontak darurat jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.





