Kisah Haru di Balik Secarik Kertas Ibu Kiki, BAZNAS Sinjai Hadir Beri Harapan Baru

Penyaluran bantuan untuk masyarakat Terdampak kemiskinan extrim

SINJAI MarajaNews—Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sinjai kembali menunjukkan gerak cepat dan kepedulian nyata terhadap warga kurang mampu.
Kali ini, BAZNAS menyambangi kediaman pasangan suami istri Ibu Kiki dan P. Conni, di Dusun Balle Desa Tompobulu Kecamatan Bulupoddo, Rabu (14/1/2026).

Langkah ini diambil menyusul viralnya sebuah catatan memilukan yang ditulis Ibu Kiki untuk meminjam beras dan garam di warung tetangga karena sudah tujuh hari tidak mengonsumsi nasi.

Bacaan Lainnya

Kondisi kesehatan yang menurun membuat pasutri dengan empat anak kecil tersebut tidak mampu bekerja mencari nafkah.

Baca Juga:  Tapak Suci Sinjai Audiensi ke PDM, Matangkan Persiapan UKTS dan LKPTS

Ketua BAZNAS Sinjai M. Tahir yang turun langsung ke lokasi menyampaikan rasa prihatin mendalam atas kondisi keluarga tersebut.

Ia menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS adalah untuk memastikan tidak ada warga Sinjai yang kelaparan di tengah kesulitan ekonomi.

“Kami berkomitmen untuk menyalurkan bantuan kepada siapapun warga yang membutuhkan. Apa yang dialami Ibu Kiki dan keluarganya merupakan prioritas kami untuk segera diintervensi. Semoga bantuan ini dapat berguna dan digunakan sebagaimana mestinya,” ujar H. M. Tahir di sela-sela penyaluran bantuan.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa respon cepat ini adalah bentuk amanah dari para muzakki (pembayar zakat) di Kabupaten Sinjai untuk meringankan beban masyarakat yang sedang tertimpa musibah atau kemiskinan ekstrem.

Baca Juga:  Ribuan Peserta Padati Seminar Nasional & Tabligh Akbar XIX di Sinjai: Ulama dan Umara Kunci Kejayaan Umat

Kegiatan penyaluran bantuan pangan dan santunan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sinjai, Saifuddin, S.Pd., M.H., staf pelaksana BAZNAS, jajaran Dinas Sosial Kabupaten Sinjai, Kepala Desa Tompobulu, serta tokoh masyarakat setempat.

Sebelumnya, kisah Ibu Kiki mencuat setelah foto secarik kertas permohonan pinjam beras miliknya beredar di media sosial.

Dengan adanya kolaborasi antara BAZNAS, Dinas Sosial, dan Pemerintah Desa, diharapkan penanganan kemiskinan di pelosok Kabupaten Sinjai dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan menyentuh mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan darurat.

Pos terkait