MAKASSAR, MarajaNews — Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sulawesi Selatan menegaskan arah pembinaan perguruan silat ke depan: kuat secara organisasi, jelas secara legalitas. Pesan ini disampaikan kepada Perguruan Perisai Badar dalam agenda silaturahmi IPSI Sulsel di markas Perisai Badar, Jalan Antang Raya, Makassar, Rabu (4/2/2026).
Pertemuan tersebut dipimpin langsung Sekretaris Umum IPSI Sulsel, Ayuzar, ST., SH., MH., sekaligus menjadi bagian dari rangkaian persiapan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Perisai Badar. Dalam arahannya, Ayuzar menekankan bahwa Mukernas tidak boleh berhenti pada rutinitas organisasi.
“Mukernas bukan panggung seremonial, tapi cermin organisasi. Di situlah kita mengukur apa yang sudah kokoh dan apa yang masih perlu dibenahi,” tegasnya.
IPSI Sulsel memandang legalitas bukan sekadar administrasi formal, melainkan instrumen strategis. Legalitas menjadi pintu masuk bagi perguruan untuk menjalin kemitraan dengan pemerintah, mengikuti pembinaan resmi, hingga berperan aktif dalam agenda besar pencak silat di tingkat daerah maupun nasional.
Tanpa struktur hukum dan dokumentasi yang tertata, perguruan berpotensi hanya kuat di internal latihan, namun tertinggal dalam akses kejuaraan, pembinaan atlet, dan penguatan peran sosial-budaya pencak silat.
IPSI juga menekankan pentingnya konsolidasi internal mulai dari kejelasan struktur kepengurusan, sistem kaderisasi pelatih dan wasit, hingga tertib administrasi organisasi. Hal ini dinilai sebagai fondasi utama agar perguruan mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
Perisai Badar sendiri tercatat mengalami perkembangan signifikan, dengan cabang di sejumlah daerah seperti Makassar dan Gowa serta ratusan anggota aktif. Namun, IPSI mengingatkan bahwa pertumbuhan kuantitas harus diiringi penguatan kualitas kelembagaan agar tidak rapuh menghadapi dinamika internal dan eksternal.
Dengan kerangka tersebut, Mukernas II Perisai Badar diharapkan menjadi momentum konsolidasi besar melahirkan keputusan strategis, memperjelas arah organisasi, serta meneguhkan Perisai Badar sebagai perguruan yang tegak secara struktur, matang secara manajemen, dan berintegritas dalam kontribusi bagi perkembangan pencak silat Sulawesi Selatan.





