Hari Perempuan Internasional 2026, Ketua Panrita Literasi Institute Ajak Masyarakat Putus Rantai Budaya Diam atas Kekerasan Seksual

Ketua Panrita Literasi Institute, Mirfayani Mirsal

Sinjai, Maraja News—Memperingati Hari Perempuan Internasional 2026, Ketua Panrita Literasi Institute, Mirfayani Mirsal, menyampaikan pesan mendalam terkait darurat kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

Ia menegaskan bahwa kejahatan ini bukan sekadar luka fisik, melainkan serangan terhadap kemanusiaan yang meninggalkan trauma psikologis mendalam.

Bacaan Lainnya

Panrita Literasi Institute, yang bergerak di bidang pengembangan literasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, memandang bahwa setiap kasus kekerasan seksual berdampak pada runtuhnya rasa aman korban.

Baca Juga:  Wujudkan Kepengurusan Progresif, PMR Wira Unit 205 SMAN 4 Sinjai Gelar Musyawarah Besar

“Setiap peristiwa kekerasan dan pencabulan terhadap perempuan dan anak tidak hanya melukai tubuh korban, tetapi juga mengguncang nurani kita sebagai manusia,” ujar Mirfayani kepada MarajaNews Minggu (08/03/2026).

Aktivis perempuan ini menyayangkan fenomena di mana korban seringkali disudutkan atau diminta bungkam demi menjaga “nama baik” pihak tertentu.

Menurutnya, sikap membiarkan ini justru menjadi perlindungan bagi penjahat.

“Pada saat itulah, tanpa sadar kita sedang memberikan ruang paling aman bagi pelaku, yaitu pembiaran. Tidak ada alasan pembenar, baik itu budaya maupun relasi kekuasaan,” tegasnya.

Dalam momentum global ini, Mirfayani mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari keluarga, tokoh agama, hingga aparat penegak hukum untuk berani berpihak pada korban dan memastikan pelaku diproses hukum tanpa kompromi.

Baca Juga:  Tak Ingin Anak Candu Gadget, Ibu-ibu di Sinjai Sambut Aturan Larangan Medsos Dibawah 16 Tahun

“Jangan biarkan perempuan dan anak menghadapi luka yang bukan mereka sebabkan sendirian. Sikap percaya pada korban dan melindungi mereka dari stigma adalah bentuk dukungan nyata yang sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Mirfayani berharap peringatan Hari Perempuan Internasional tahun ini menjadi titik balik bagi penguatan komitmen bersama.

Ia percaya bahwa perlindungan yang diberikan hari ini adalah kunci untuk mewujudkan masa depan yang aman dan bermartabat bagi generasi mendatang.

Lembaga ini hadir sebagai ruang belajar dan ruang tumbuh bagi pengetahuan, imajinasi, dan keberanian berpikir melalui pengembangan literasi dan pemberdayaan masyarakat.

Pos terkait