Sinjai, MarajaNews—Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan, harga sejumlah komoditas bahan pokok di pasar tradisional Kabupaten Sinjai terpantau masih berada dalam kondisi stabil.
Berdasarkan pantauan MarajaNews di lapangan, ketersediaan stok yang mencukupi menjadi faktor utama harga belum mengalami lonjakan drastis.
Jumriah (51), salah satu pedagang di pasar sentral mengungkapkan bahwa mayoritas harga kebutuhan dasar masih cukup terjangkau oleh masyarakat.
Saat ini, beras dibanderol di harga Rp12.000/kg, sementara minyak goreng dijual bervariasi antara Rp18.000 hingga Rp25.000 per liter, tergantung pada merek yang dipilih konsumen.
Untuk kebutuhan dapur lainnya, seperti harga cabai rawit berada di angka Rp40.000/kg, sedangkan cabai keriting jauh lebih terjangkau di harga Rp12.000/kg. Komoditas sayuran seperti tomat dijual Rp10.000/kg, kol Rp7.000/kg, dan sawi Rp8.000/kg.
Sedangkan di Sektor bumbu dapur juga menunjukkan tren stabil namun variatif seperti.
Bawang Merah, Rp30.000 – Rp40.000/kg (tergantung ukuran).
Bawang Putih: Rp45.000 – Rp50.000/kg.
Telur Ayam: Rp53.000 – Rp60.000/rak (tergantung ukuran).
Meskipun saat ini kondisi harga masih terkendali, para pedagang mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap perubahan harga.
Azizah, pedagang lainnya, menyebutkan bahwa harga bahan pokok bersifat dinamis.
“Harga ini masih sangat bergantung pada stok barang yang ada. Selain itu, biasanya menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, permintaan meningkat dan harga sewaktu-waktu dapat berubah,” ujar Azizah.
Selain bahan dapur, harga kentang saat ini berada di angka Rp20.000/kg, terigu Rp10.000–Rp12.000/kg, dan gula pasir stabil di harga Rp15.000/liter.





