SINJAI, MarajaNews—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai mengeluarkan peringatan serius bagi seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tangka.
Hal ini menyusul peningkatan signifikan volume air pada Bendung PLTA Tangka serta peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG.
Berdasarkan laporan terkini dari Tim Analisis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octave mengonfirmasi bahwa tinggi muka air di Bendung PLTA Tangka telah mencapai level +210 cm, yang mengindikasikan Status Awas.
Kondisi ini diperburuk dengan curah hujan lokal yang tercatat pada Rain Gauge sebesar 8 mm (gerimis berlanjut).
Akibat peningkatan debit air yang melampaui batas aman operasional, aktivitas pembangkitan energi di PLTA Tangka dinyatakan berhenti beroperasi sementara demi alasan keamanan infrastruktur dan keselamatan teknis.
Sejalan dengan kondisi tersebut, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar menempatkan Kabupaten Sinjai dalam status Waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hari ini, Selasa (20/1/2026).
Selain itu, peringatan dini angin kencang juga berlaku untuk wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan.
BPBD Sinjai terus menekankan poin-poin penting bagi masyarakat terkhususnya Warga DAS Tangka Diminta segera mengamankan barang berharga dan bersiap melakukan evakuasi mandiri jika debit air terus meningkat.
Dan tetap waspada Longsor & Angin Kencang Mengingat topografi Sinjai, dan potensi bencana hidrometeorologi selain banjir tetap tinggi.
Serta Masyarakat diharapkan tidak terpengaruh hoaks dan hanya merujuk pada informasi resmi melalui kanal BMKG dan akun resmi BPBD Sinjai.
“Kami terus memantau pergerakan air dan cuaca selama 24 jam. Kami minta warga tetap tenang namun tetap dalam kesiapsiagaan penuh,” ujar Andi Octave.





