Operasi Pencarian Berakhir Nelayan Asal Sinjai Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Bulukumba

(Dok.Istimewa)

SINJAI, MarajaNews—Setelah dinyatakan hilang selama lima hari di perairan Teluk Bone, Muh. Aidil Takbir (20), nelayan asal Jl. Cakalang, Kelurahan Lappa, akhirnya ditemukan.

 Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pesisir Pantai Turungan Beru, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, pada Rabu (04/02/2026) sore.

Bacaan Lainnya

Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octave, mengonfirmasi bahwa penemuan jasad korban bermula dari informasi di media sosial mengenai adanya jenazah yang mengapung sekitar pukul 15:30 Sore tadi.

Baca Juga:  Warga Sinjai Korban Jalan Berlubang Tuntut Realisasi Perbaikan Cepat

Menanggapi laporan tersebut, Tim SAR Gabungan segera bergerak cepat melalui jalur darat menuju lokasi penemuan di Dusun Balangerasa, Kelurahan Bontokamase, Bulukumba.

“Tim tiba di lokasi pada pukul 17:30 WITA dan langsung mengevakuasi korban menggunakan perahu karet,” jelas Andi Octave.

Peristiwa tragis ini bermula saat korban berangkat melaut menggunakan KM 3 Putri 777 dari TPI Lappa pada Jumat siang (30/01).

Namun, pada Sabtu (31/01/2026) sekitar pukul 06:30 WITA, korban diduga terjatuh dari kapal saat berada di area Taka Limpoge. Meski juragan kapal sempat melakukan pencarian mandiri, korban tidak ditemukan hingga akhirnya dilaporkan ke tim penyelamat

Usai dievakuasi, korban langsung dibawa ke Puskesmas Herlang untuk proses visum sebelum diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga. Jenazah kemudian dipulangkan ke rumah duka di Sinjai untuk dimakamkan.

Baca Juga:  Panrita Literasi Institute Gelar Refleksi Akhir Tahun 2025, Dorong Pembentukan Kelas Menulis Pemuda.

Keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil koordinasi solid antara BPBD Kabupaten Sinjai, BPBD Kabupaten Bulukumba, serta Tim SAR Gabungan. Pihak BPBD Sinjai pun menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami mengimbau kepada seluruh nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan (safety first) saat melaut, terutama dalam memantau kondisi cuaca yang sering tidak menentu demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tutup Andi Octave.

Pos terkait