SINJAI, MarajaNews—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai terus mematangkan perencanaan pembangunan daerah untuk tahun mendatang.
Memasuki hari keempat rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, giliran Kecamatan Sinjai Timur yang menjadi pusat pembahasan.
Kegiatan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 ini digelar dengan suasana berbeda di kawasan wisata Pantai Marannu, Desa Pasimarannu, pada Jumat (06/02/2026).
Acara dibuka langsung oleh Pj Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, serta dihadiri Anggota DPRD Sinjai Dapil II Ardiansyah Haris, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Sinjai Timur, para Kepala Desa dan Lurah, hingga tokoh masyarakat setempat.
Dalam arahannya, Pj Bupati Ratnawati menekankan bahwa Musrenbang bukan sekadar wadah formalitas menampung usulan, melainkan proses krusial penyaringan aspirasi yang harus disesuaikan dengan realitas anggaran.
“Perencanaan pembangunan tidak hanya menampung aspirasi, tetapi harus mempertimbangkan efektivitas program dan keberlanjutan anggaran. Seluruh usulan wajib diselaraskan dengan kewenangan perangkat daerah agar realisasinya optimal,” tegas Ratnawati.
Ia menjelaskan bahwa RKPD 2027 merupakan pijakan strategis dalam pelaksanaan RPJMD Kabupaten Sinjai 2025–2029.
Sinergi antara kebutuhan masyarakat dengan visi besar daerah yakni mewujudkan Sinjai yang maju, sejahtera, mandiri, dan berkeadilan menjadi prioritas utama.
Selain fokus pada isu lokal, Pemkab Sinjai tetap mengintegrasikan program strategis nasional ke dalam perencanaan daerah. Program tersebut mencakup implementasi Makan Bergizi Gratis, penguatan ketahanan pangan, percepatan penurunan stunting, penghapusan kemiskinan ekstrem, pengembangan koperasi desa, hingga penyediaan hunian layak bagi warga.
Di akhir sambutannya, Pj Bupati mengingatkan pentingnya koordinasi yang solid antara pihak eksekutif dan legislatif.
Hal ini bertujuan agar aspirasi masyarakat dapat terkawal dengan baik hingga tahap penganggaran.
“Saya berharap Musrenbang di Sinjai Timur ini menghasilkan daftar prioritas yang realistis. Kita ingin hasil forum ini memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan mereka,” pungkasnya.
Dengan tuntasnya Musrenbang hari keempat ini, Pemkab Sinjai optimis mampu merumuskan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan demi kemajuan “Bumi Panrita Kitta” di masa depan.





