Sinjai, Marajanews — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Majelis Dai Muda (MDM) Sinjai, Munawir Alma Arif, S.Ag., pada momentum Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026).
Menurut Munawir, nilai-nilai Pancasila memiliki keterkaitan dengan semangat dakwah Islam yang mengedepankan persaudaraan, kedamaian, keadilan, akhlak mulia, serta sikap saling menghormati.
“Dai bukan hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan dakwah yang menyejukkan, merawat persaudaraan dan menjaga persatuan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, para dai muda memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Dakwah, kata dia, tidak semestinya menjadi ruang untuk memperlebar perbedaan, tetapi menjadi sarana memperkuat persaudaraan.
“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan bangsa,” lanjutnya.
Munawir juga menekankan pentingnya membangun pemahaman di kalangan generasi muda bahwa kecintaan terhadap agama dan kecintaan terhadap bangsa dapat berjalan beriringan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Terlebih di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial. Menurutnya, generasi muda kini berhadapan dengan berbagai tantangan, mulai dari berita palsu, ujaran kebencian, provokasi hingga konten yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Karena itu, ia mendorong para dai muda untuk mengambil bagian dalam memberikan edukasi keagamaan yang moderat, santun dan bertanggung jawab.
Pada momentum Hari Kesaktian Pancasila 2026, DPD MDM Sinjai mengajak pemuda, pelajar, mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah pesan yang disampaikan di antaranya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman, menguatkan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah, serta menjadikan dakwah sebagai sarana mempererat persaudaraan.
Selain itu, masyarakat khususnya generasi muda diingatkan agar bijak bermedia sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Semoga melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat, kita dapat membangun Sinjai yang damai, religius dan harmonis,” pungkas Munawir.







