Sinjai, MarajaNews—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sinjai melaporkan penemuan dan pengobatan terhadap 523 kasus Tuberkulosis (TBC) terhitung sejak Januari hingga November 2025.
Angka ini merupakan bagian dari upaya agresif pemerintah daerah untuk mencapai target nol kasus TBC di Sinjai pada tahun 2030.
Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik, menyatakan bahwa penemuan kasus aktif (Active Case Finding/ACF) menjadi strategi utama dalam memutus mata rantai penularan penyakit ini.
“Kami terus memacu langkah dalam upaya eliminasi penyakit TBC,” kata dr. Emmy
“Data 523 kasus yang ditemukan dan diobati menunjukkan keseriusan kita dalam menjangkau penderita yang belum terdeteksi di masyarakat,” tuturnya
“Kami juga telah berkoordinasi dengan lintas sektor, untuk mengimplementasikan berbagai langkah pencegahan dan pengendalian yang masif, Dengan cara melakukan Investasi kontak kepada penderita, peningkatan penyuluhan, Pembentukan Desa Siaga TBC, serta melakukan Pemeriksaan X-Ray Massal,” sambungnya.
Upaya ini sejalan dengan target nasional Kementerian Kesehatan untuk menurunkan insidensi TBC secara signifikan.
Dr Emmy juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di kabupaten Sinjai untuk tidak menyepelekan gejala TBC.
” Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan (lebih dari 2 minggu), demam ringan, keringat dingin di malam hari, atau penurunan berat badan drastis, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan (Puskesmas atau rumah sakit) terdekat” tutupnya.





