SINJAI, MarajaNews—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Kondisi cuaca ekstrem ini diprediksi berlangsung mulai 14 hingga 17 Januari 2026.
Analis Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai, Andi Octave, mengonfirmasi bahwa ketinggian gelombang di perairan setempat diperkirakan mencapai rentang 1,25 meter hingga 2,5 meter.
“Kondisi ini dipicu oleh pergerakan angin dari arah Barat Daya ke Barat Laut dengan kecepatan signifikan, berkisar antara 4 hingga 30 knot,” jelas Andi Octave saat memberikan keterangan pada Jumat (16/01/2026).
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi kelompok berisiko seperti nelayan, masyarakat pesisir, dan pengguna jasa transportasi laut.
Masyarakat diwajibkan untuk Terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, Mengutamakan keselamatan jiwa di atas segalanya, Menunda aktivitas pelayaran jika kondisi cuaca memburuk.
Selain gelombang tinggi, masyarakat pesisir juga diminta mewaspadai potensi angin kencang, curah hujan tinggi, serta arus laut yang deras. Langkah mitigasi ini diambil pemerintah daerah guna meminimalkan risiko kecelakaan laut dan dampak bencana alam lainnya di awal tahun 2026.





