SINJAI, MarajaNews—Sejumlah warga di Desa Lamatti Riaja, Kecamatan Bulupoddo, mengeluhkan kondisi layanan air bersih dari Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Sinjai Bersatu.
Pasalnya, dalam dua hari terakhir, air yang mengalir ke rumah warga dalam kondisi keruh dan bercampur lumpur pekat.
Kondisi ini membuat warga kesulitan untuk beraktivitas sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci, hingga kebutuhan sanitasi lainnya.
Salah satu warga Desa Lamatti Riaja, Ida(45) mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas air yang diterima.
Menurutnya, air tersebut sama sekali tidak dapat digunakan karena kandungan lumpur yang terlalu tinggi.
“Sudah dua hari air PDAM keruh dan bercampur lumpur. Hal tersebut membuat kita tidak dapat menggunakan air tersebut dikarenakan banyaknya lumpur yang tercampur. Kami berharap ada solusi cepat karena air adalah kebutuhan pokok,” ujar Ida saat ditemui MarajaNews Kamis (22/1/2026).
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur PDAM Nasrullah Mustanin Sinjai memberikan klarifikasi.
Ia menjelaskan bahwa penurunan kualitas air dipicu oleh faktor alam, yakni tingginya intensitas hujan di wilayah hulu yang berdampak pada sumber air baku.
“Hal tersebut terjadi dikarenakan bahan baku air dari Sungai Tangka sangat keruh akibat curah hujan yang tinggi dalam dua hari belakangan ini,” ungkap Nasrullah.
Lebih lanjut, pihak PDAM menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Saat ini, tim teknis tengah berupaya melakukan langkah-langkah penanganan pada sistem filtrasi dan pengolahan.
“Kami akan berupaya mengoptimalkan proses pengolahan air sehingga masyarakat dapat kembali menikmati aliran air yang bersih dan layak sesegera mungkin,” pungkasnya.
Warga berharap pihak PDAM dapat melakukan antisipasi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap kali musim penghujan tiba.





