Sinjai, MarajaNews—Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, selama dua hari terakhir, yakni Rabu hingga Kamis (21-22 Januari 2026).
Bencana ini berdampak pada enam kecamatan dan menyebabkan belasan rumah warga mengalami kerusakan.
Enam wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Sinjai Borong, Sinjai Barat, Sinjai Selatan, Tellulimpoe, Sinjai Timur, dan Sinjai Utara.
Analis Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai, Andi Octave, mengonfirmasi bahwa cuaca buruk ini telah mengakibatkan kerugian materiil dan korban luka.
“Sudah dua hari angin kencang melanda Sinjai. Total ada 14 rumah yang rusak dengan rincian 7 rusak ringan, 2 rusak sedang, dan 5 rusak berat,” ujar Andi Octave saat ditemui di Posko BPBD Sinjai, Jl. Bhayangkara, Kecamatan Sinjai Utara, Kamis (22/1/2026).
Data BPBD mencatat sebanyak 52 jiwa terdampak akibat kerusakan tempat tinggal tersebut. Selain kerusakan bangunan, pohon tumbang yang dipicu angin kencang juga memakan korban.
“Ada dua pengendara yang tertimpa pohon tumbang. Saat ini kondisi kedua korban sudah membaik setelah menjalani perawatan medis di RSUD Sinjai,” tambahnya.
Menanggapi kejadian ini, warga mulai menyuarakan kekhawatiran terkait pohon-pohon tua di area publik. Salah seorang warga, Arrang, meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sinjai untuk segera melakukan pemangkasan pohon yang sudah lapuk.
Ia menyoroti keberadaan pohon trembesi di sepanjang Jl. Persatuan Raya yang dianggap membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat memasuki musim hujan dan angin kencang.
“Kondisinya sangat berbahaya. Kami harap segera ada tindakan pemangkasan sebelum ada korban jiwa selanjutnya,” tegas Arrang.
Hingga saat ini, pihak BPBD Sinjai masih terus melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. Bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat, dapat menghubungi pusat layanan informasi di Website Resmi Kabupaten Sinjai.





