Sinjai, MarajaNews—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai merilis laporan kebencanaan untuk periode 1 Januari hingga 28 Maret 2026.
Tercatat, sebanyak 33 kejadian bencana terjadi di wilayah tersebut, yang seluruhnya dipicu oleh cuaca ekstrem berupa angin kencang.
Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octave Amier, menjelaskan bahwa dalam tiga bulan pertama tahun ini, cuaca ekstrem mendominasi profil risiko bencana di Sinjai dengan persentase mencapai 100%. Sementara itu, jenis bencana lain seperti banjir, tanah longsor, abrasi, dan gelombang ekstrem tercatat nihil.
“Berdasarkan data kami, seluruh kejadian (33 kasus) murni dipicu oleh faktor angin kencang,” ujar Andi Octave saat dikonfirmasi oleh MarajaNews.
Adapun sebaran kejadian bencana di berbagai kecamatan adalah sebagai berikut
Sinjai Utara: 9 kejadian
Sinjai Timur: 7 kejadian
Tellulimpoe dan Sinjai Selatan: masing-masing 4 kejadian
Sinjai Borong: 3 kejadian
Sinjai Barat & Pulau Sembilan: masing-masing 2 kejadian
Bulupoddo & Sinjai Tengah: masing-masing 1 kejadian
Dampak dari rangkaian peristiwa tersebut menyasar pemukiman warga hingga fasilitas umum.
Berdasarkan data BPBD, terdapat 42 unit rumah yang terdampak, dengan rincian 19 rumah rusak ringan, 15 rusak sedang, dan 8 rusak berat.
Selain itu, kerusakan juga terjadi pada fasilitas publik yang meliputi 2 unit kantor, 1 fasilitas olahraga, dan 1 sekolah.
Sektor transportasi pun terdampak dengan kerusakan pada 2 unit motor dan 1 unit mobil.
Secara sosial, bencana ini berdampak pada 150 jiwa, di mana 2 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Namun, hingga saat ini tidak ada warga yang mengungsi.
Menanggapi situasi ini, Pj Bupati Sinjai, Ratnawati Arif, mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai.
“Kami meminta warga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat memicu pohon tumbang, sehingga membahayakan pemukiman maupun pengguna jalan,” imbau Ratnawati.
Beliau juga menekankan pentingnya memantau informasi prakiraan cuaca melalui kanal resmi seperti BMKG dan BPBD.
“Pastikan selalu memantau perkembangan cuaca sebelum beraktivitas di luar rumah demi keselamatan bersama,” tambahnya.





